Manfaat tumbuhan Waru Landak

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Agustus 19, 2019
Waru Landak (Hibicus mutabilis L)
Waru Landak
Hibicus mutabilis L.
Waru landak [Hibicus mutabilis L] tumbuh pada ketinggian 1-900 m di atas permukaan air laut, biasanya ditanam di taman-taman, di halaman rumah sebagai tanaman pagar atau tumbuh liar di hutan dan di ladang. Perdu tegak dengan beberapa percabangan, tingginya 2-5 m, dilapisi dengan rambut halus. Daunnya tunggal, besar, letak berseling, kedua permukaan daun dilapisi rambut halus dengan tangkai daun yang panjangnya 5-8 cm, panjang daun 10-20 cm, lebar 9-22 cm, bercagap menjari 3-5, pangkal berlekuk, ujung runcing, tepi bergerigi. Bunga dengan diameter 7-10 cm, keluar dari ketiak daun atau berkumpul di ujung tangkai, pagi hari warnanya putih atau merah dadu pada sore hari menjelang layu warnanya berubah merah. Buah tumbuhan ini bundar, panjang 2-5 cm, dipenuhi rambut bergairah, bijinya berlekuk. Lendir dari daun-daunnya ini dipakai oleh penduduk untuk melunakkan dan mematangkan bisul yang keras.

Familia

Malvaceae.

Nama kawasan
  1. Jawa : waru landak (Jawa).
  2. Maluku : saya ngali-ngali (Ternate).

Nama abnormal

Mu fu rong (T), rose changeante (P), changeable rose-mallow, coffonrose hibiscus leaf, confederate rose, cotton rose, rose changeante, white mallow (I), amapola, mapula (F), bunga rotan (M).

Sifat kimiawi dan efek Farmakologis

Agak pedas, sejuk, berkhasiat sebagai antibiotic, antiradang (antiinflamasi), membersihkan darah, menghilangkan benjol (antisweeling), melancarkan pengeluaran nanah, menghentikan pendarahan (hemostatik). Herba ini masuk meridian paru-paru dan hati (lever).

Kandunga Kimia
  • Bunga mengandung anthocyanin, isocuercitrin, hyperin, hyperosid, rutin, quercetin-4-glucosida, spiraeosida, quercimeritrin, cynidin 3,5-diglucosida, cynidin 3-rutinoside-5-glucosida.
  • Daun mengandung tannin, phenol, asam amino, reducing sugar.

Bagian yang dipakai

Bunga, daun, dan akar. Bunga dan akar dikeringkan, daun mampu digunakan segar atau dikeringkan dengan menjemur dibawah pelindung, lalu dihaluskan hingga menjadi debu.

Kegunaan
  • Infeksi paru-paru (pulmonary empyema).
  • Batuk darah akhir watuk usang ( Hemoptysis).
  • Muntah darah ( Hematemesis).
  • Darah haid terlalu banyak (Menorrhagia).
  • Keputihan (Leucorrhea).
  • Mata merah dan benjol (Conjunctivitis).
  • Bisul (Furunculus).
  • Luka tersiram air panas.
  • Radang kulit bernanah (pioderma).
  • Radang payudara (mastitis).
  • Radang susukan dan kelenjar limfe (lymphadenitis)
  • Kanker esophagus, cardia (jantung), stomach (lambung), paru-paru, payudara dan kulit.

Dosis Pemakaian
  1. Pemakaian luar : Daun dan bunga segar dihaluskan lalu ditempelkan pada tempat yang sakit atau daun dan bunga kering dihaluskan hingga menjadi bubuk, tambahkan salep Vaseline kemudian ditempelkan pada pecahan yang sakit; campuran diatas dengan konsentrasi 25% disebut Hibicus ointment; Akar dihaluskan kemudian ditempelkan pada serpihan yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : 10-30 gram bunga dan daun tanaman waru landak kering atau 50-150 gram yang segar, direbus kemudian diminum airnya; Atau 30-60 gram akar segar direbus lalu diminum airnya.

Pemakaian Luar
  1. Luka tersiram air panas : bunga waru landak kering secukupnya dihaluskan hingga menjadi abu, tambahkan minyak wijen (Sesamum indicum L.) secukupnya kemudian diaduk, kemudian dibalurkan pada belahan yang sakit.
  2. Koreng, borok (ulcus), bisul (furunculus), radang kulit bernanah (pioderma): daun dan bunga waru landak kering secukupnya dihaluskan hingga menjadi debu, tambahkan salep Vaseline dengan konsetrasi 25%, lalu dioleskan pada serpihan yang sakit.
  3. Bisul (furunculus), radang kulit bernanah (pioderma) : daun dan bunga segar secukupnya digiling halus, tambahkan jus daun pengecap buaya (Aloe vera L.), diaduk lalu ditempelkan pada kulit yang sakit.
  4. Rematik persendian : daun waru landak dikeringkan dan digiling halus, ditambah abu jahe (Zingiber officinale Rosc.) dan pengecap buaya (Aloe vera L.) masing-masing secukupnya kemudian dicampur dan dioleskan pada serpihan yang sakit.
  5. Gondongan (Parotitis epedemica) : daun dikeringkan hingga menjadi abu lalu tambahkan putih telur, diaduk kemudian dioleskan pada penggalan yang sakit.
  6. Bisul (furunculus), radang kulit, borok : daun dan bunga waru landak dikeringkan, digiling halus lalu tambahkan minyak kelapa (Cocos nucifera L.) atau Vaseline, diaduk lalu dioleskan pada penggalan yang sakit.
  7. Radang vagina : 500 gram daun waru landak direbus dengan 1,5 liter air hingga matang, didinginkan, disaring lalu digunakan untuk memncuci vagina.

Pemakaian Dalam
  1. Influenza : 30 gram tanaman waru landak dan 10 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 300 cc kemudian airnya diminum untuk 3 kali sehari, setiap kali 100 cc.
  2. Batuk kronis : 60 gram bunga waru landak, 10 gram kulit jeruk mandarin kering (Citrus nobilis [Lour] Merr.) dan 25 gram jamur putih kering (Tremella fuciformis Berk.) direbus dengan 600 cc air dengan api kecil selama 30 menit, disaring  lalu airnya diminum dan jamurnya dimakan.
  3. Batuk darah (hemoptysis) : 10 kuntum bunga waru landak direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring kemudian airnya diminum.
  4. Gangguan paru-paru kronis : 20-30 gram bunga waru landak kering dan 10-20 gram gula kerikil direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring kemudian airnya diminum.
  5. Muntah darah (hematemesis), darah haid terlalu banyak (menorrhagia), bisul (furunculus), jerawat paru : 10-30 gram bunga waru landak kering direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
  6. Mencegah dan mengatasi kanker payudara : 10-30 gram bunga waru landak kering, 30 gram rumput lidah ular bunga putih (Hedyotis diffusa Willd.) direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu disaring dan diminum airnya. Lakukan secara rutin.
  7. Mencegah dan mengatasi kanker kulit : 10-30 gram tumbuhan waru landak kering atau 50-150 yang segar dan 10 gram wortel (Daucus carota  L.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.
  8. Gangguan menstruasi : 9-13 gram kulit tanaman dicuci, tambahkan gula merah secukupnya kemudian direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum.
  9. Sakit waktu haid (dysmenorrhoea) : 7 tangkai bunga dan gula secukupnya, masukan 150 cc air kemudian ditim selama 1 jam, disaring lalu airnya diminum.
  10. Pendarahan rahim : Cara ke-1 : 10-30 gram bunga direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring  kemudian airnya diminum; Atau Cara ke-2 : 30 gram waru landak dan 150 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo Druce.) direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring kemudian airnya diminum dan akar rimpang teratainya dimakan.

Catatan
  1. Efek farmakologis tanaman obat ini menghambat sel kanker lambung.
  2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius disarankan untuk tetap berkonsultasi pada dokter.

Kunjungi tanaman memiliki kegunaan obat yang lain di Macam tanaman berguna Obat


Tampilkan Komentar