Manfaat tumbuhan Bunga Lili [Lilium formosanum Wall.]

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Agustus 02, 2019
Manfaat Tanaman Bunga Lili [Lilium formosanum Wall.]
Bunga Lili
(Lilium formosanum Wall.)
Lili (Lilium formosanum Wall.) merupakan tumbuhan yang berasal dari tempat Tiongkok atau Jepang, menyukai tumbuh di daerah pegunungan, kerapkali ditanam sebagai tanaman hias atau sebagai tanaman potong untuk dijual bunganya. Habitus herba dengan batang yang boleh dikatakan tidak bercabang, mempunyai umbi lapis, tinggi 0,5-1,3 m. Daun tersebar, terkumpul rapat, berbentuk lanset, duduk, dengan pangkal menyempit dan ujung runcing. Bunga berbentuk corong, umumnya berwarna putih  cerah. Buah kotak memanjang. Biji pipih.

Familia : Liliaceae.

Nama kawasan
Bunga  lili.

Nama aneh
Pai hek (T), kerkhoflelie, kerklelie (B).

Sifat Kimiawi dan efek Farmakologis
Dingin, cantik, agak pahit. Berkhasiat sebagai obat batuk (antitussif), penenang (sedatif).

Kandungan Kimia
Pati, colchicine, protein, lemak.

Bagian yang digunakan
Umbi lapis (pahap).

Kegunaan
  • Demam.
  • Kepala pusing.
  • Lemah syaraf (neurasthenia), susah tidur (insomnia).
  • Amandel (tonsilitis).
  • Batuk (tussis), suara serak.
  • Batuk rejan (pertussis).
  • Sesak napas.
  • Radang kanal napas (bronkhitis).
  • Radang paru-paru (pneumonia).
  • TBC (tuberkulosa).
  • Sakit dada, sakit lambung.
  • Diare, disentri.
  • Sakit perut setelah melahirkan.
  • Mengatasi gangguan psikis dan fisik pada era menopause.
  • Jerawat.
  • Bengkak, abses (furunculus).
  • Herpes zooster.
Dosis Pemakain
  1. Pemakaian luar : umbi bunga lili dihaluskan, kemudian ditempelkan pada tempat yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : 10-60 gram umbi bunga lili, direbus kemudian airnya diminum.
Pemakaian Luar
  1. Herpes zooster : umbi bunga lili kering/pahap digiling, tambahkan lidah buaya (Aloe vera L.) yang telah dikupas kulitnya dan norit masing-masing secukupnya, kemudian ditempelkan pada belahan yang sakit.
  2. Luka luar : umbi bunga lili kering/pahap digiling, kemudian ditaburkan pada luka.
  3. Jerawat : umbi bunga lili kering secukupnya digiling hingga halus, tambahkan bedak beras acuh taacuh dan air secukupnya, kemudian digunakan sebagai masker, diamkan selama 30 menit hingga kering kemudian dibilas dengan air hangat sampai higienis. Lakukan secara teratur.
  4. Bengkak, abses :
  • umbi bunga lili, daun seledri segar (Apium graveolens Linn.), daun sendok segar (Plantago major L.), dan gula pasir masing-masing secukupnya, ditumbuk hingga halus kemudian ditempelkan pada bisul, lakukan secara teratur.
  • Umbi bunga lili dan garam secukupnya ditumbuk halus, lalu ditempelkan pada abses.
 Pemakaian Dalam
  1. Lemah syaraf, susah tidur (insomnia) : 30 gram umbi bunga lili/pahap, 10 butir angco dan 15 butir biji teratai (Nelumbium nelumbo Druce.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring lalu airnya diminum sedangkan angco dan biji teratai mampu dimakan.
  2. Kepala pusing, badan terasa lemah (neurasthenia) : 30 gram umbi bunga lili/pahap, 15 buah lengkeng (Euphoria longana Lamk.), dan 15 butir angco, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring kemudian airnya diminum. Buah lengkeng dan angco dapat dimakan.
  3. Mencegah dan mengatasi gangguan amandel (tonsilitis) : 15 gram umbi bunga lili kering/pahap, 2 buah pisang (Musa paradisiaca Linn.) yang telah dikupas kulitnya dan gula kerikil secukupnya, direbus dengan air secukupnya kemudian airnya diminum dan materi-bahan lainnya dimakan.
  4. Suara serak : 30-60 gram bunga lili direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring kemudian airnya diminum.
  5. Batuk (tussis) : cara ke 1 adalah 10 gram umbi bunga lili kering/pahap, 10 gram kulit jeruk mandarin kering (Citrus nobilis Lour.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa  200 cc, tambahkan 5 gram debu umbi anggrek tanah, diaduk lalu diminum selagi hangat. cara ke 2 yaitu 10 gram umbi bunga lili/pahap, 10 gram lempuyang (Zingiber aromaticum Vahl.), 30 gram kencur (Kaempferia galanga L.), 20 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.) dan 5 butir kapulaga kencur (Amomum cardamomum Willd.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian airnya diminum hangat-hangat. Lakukan secara teratur 2 kali sehari, setiap pagi dan sore hari.
  6. Batuk karena influenza : 10 gram pahap/umbi bunga lili, 5 gram daun menthol kering (Mentha arvensis L.) dan 7 lembar daun sirih (Piper betle L.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum selagi hangat.
  7. Batuk rejan (pertussis) : 15 gram umbi bunga lili/pahap dan gula merah secukupnya direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum selagi hangat.
  8. Radang saluran nafas (Bronkhitis) : 15 gram umbi bunga lili/pahap, 30 gram daun kentut (Paederia scandens [Lour] Merr.), 15 gram kulit jeruk mandarin/keprok kering (Citrus nobilis lour.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring kemudian airnya diminum selagi hangat; dan Tutorial ke 2 yaitu 10 gram umbi bunga lili/pahap, 5 gram kulit jeruk mandarin/keprok kering (Citrus nobilis Lour.), dan 15 gram daun cempaka putih (Michelia alba DC.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian  airnya diminum selagi hangat.
  9. Bronkhitis yang disertai pendarahan : 30 gram pahap/umbi bunga lili dan 60 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo Druce.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian  airnya diminum selagi hangat. dan cara ke 2 yaitu 30 gram pahap kering, 10 gram umbi anggrek tanah/pai cik dan10 gram kulit jeruk mandarin/keprok kering (Citrus nobilis lour.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring kemudian airnya diminum selagi hangat.
  10. Radang paru-paru (pneumonia) : cara ke 1 adalah 30 gram umbi bunga lili/pahap, 30 gram sambiloto segar (Andographis paniculata Nees.) dan 30 gram daun pengecap buaya (Aloe vera L.) yang telah dikupas kulitnya, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 air cc, disaring kemudian airnya diminum. cara ke 2 ialah 10 gram umbi bunga lili/pahap, 40 gram ceplukan (Physalis peruviana L.), 25 gram jamur putih kering  (Tremella fuciformis Berk.) dan gula kerikil secukupnya, direbus dengan 1 liter  air hingga tersisa 600  cc, disaring lalu airnya diminum untuk 3 kali sehari, setiap kali 200 cc; cara ke 3 adalah 10 gram umbi bunga lili/pahap, 75 gram jali (Coix lacryma-jobi L.) yang direndam dulu hingga lembut, 25 gram jamur putih kering  (Tremella fuciformis Berk.) yang direndam dulu dan 10 gram kulit jeruk mandarin (Citrus nobilis Lour.) direbus dengan air secukupnya lalu airnya diminum serta jalinya mampu dimakan. dan cara ke 4 ialah 10 gram umbi bunga lili/pahap, 25 gram jamur putih kering  (Tremella fuciformis Berk.) yang direndam dulu hingga lembut, 1 buah pir, 1-3 buah kiam boi/sun boi dan jeruk kiatna secukupnya, direbus dengan air secukupnya kemudian airnya diminum.
  11. TBC (tuberkulosa) : cara ke 1 adalah 60 gram umbi bunga lili/pahap direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu airnya diminum. cara ke 2 adalah 60 gram umbi bunga lili/pahap direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu airnya digunakan untuk menyeduh 9 gram abu umbi bunga anggrek tanah/pai cik, diaduk kemudian diminum selagi hangat. cara ke 3 adalah 10 gram umbi bunga lili kering/pahap, 10 gram daun sirih (Piper betle L.), 4 butir angco (Frunctus jojobae) dan 60 gram kaktus gepeng (Opuntia dilenii Ker-gawl.) yang telah dikupas kulitnya, 25 gram jamur putih  kering  (Tremella fuciformis Berk.) direbus dengan air secukupnya, disaring, kemudian airnya diminum selagi hangat, sedangkan jamur dan angco dapat dimakan.
  12. Sesak nafas (asma) : 30 gram umbi bunga lili/pahap, 15 gram umbi  anggrek tanah/pai cik dan 15 gram kie cie direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring airnya kemudian diminum dan kie cienya mampu dimakan.
  13. Sakit dada : 15-30 gram unbi bunga lili/pahap dan 20 gram lokio (Allium macrostemon), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum.
  14. Sakit lambung : 60 gram umbi bunga lili/pahap dan 20 gram temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu airnya diminum.
  15. Mencegah dan mengatasi gangguan step pada anak-anak : 3-9 kuntum bunga lili dicuci dan direbus dengan air secukupnya kemudian airnya diminum.
  16. Diare kronis : 60 gram pahap/umbi bunga lili dan 15 gram kulit delima kering (Punica granatum L.) direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring lalu airnya diminum.
  17. Diare, disentri : umbi bunga lili/pahap dan patikan kebo (Euphorbia hirta L.) masing-masing secukupnya dicuci dan direbus dengan air secukupnya lalu airnya diminum.
  18. Mengatasi sakit perut setelah melahirkan : 50 gram umbi bunga lili/pahap dan 20 gram temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring kemudian airnya diminum.
  19. Mengatasi gangguan psikis, sulit tidur, dan depresi pada ketika menopause : 30 gram umbi bunga lili/pahap direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, sesudah itu masukkan 1 butir telur ayam, aduk sampai rata, kemudian diminum. Lakukan satu kali sehari secara teratur.
  20. Mengatasi gangguan fisikis dan psikis pada menopause : 10 gram umbi bunga lili/pahap, 10 gram biji teratai (Nelumbium nelumbo Druce.), dan 15 gram kulit labu bligo kering (Benincasa hispiga Cogn.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring lalu airnya diminum, sedangkan pahap dan biji teratai dapat dimakan.
  21. Seprutan, jerawat : 50 gram umbi bunga lili/pahap dan 75 gram jali (direndam dahulu sehingga lembut), direbus dengan air secukupnya selama satu jam, tambahkan madu secukupnya lalu diminum, jalinya mampu dimakan.
Catatan
  1. Umbi bunga lili kering (pahap) dan umbi anggrek tanah (pai cik) mampu dibeli di toko obat Tionghoa, angco, kie cie, dan biji teratai dapat dibeli di supermarket.
  2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang berat tetap konsultasikan ke dokter.
Kunjungi tanaman berguna obat yang lain di Macam tanaman berguna Obat

Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma


Tampilkan Komentar