Manfaat tanaman Pohon Merah

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Agustus 08, 2019
Manfaat Tanaman Pohon Merah
Pohon Merah
[Euphorbia pulcherrima
Wiild. Et. Klotzsch]
Pohon Merah [Euphorbia pulcherrima Wiild. Et. Klotzsch] merupakan tanaman hias yang asalnya dari Meksiko, dapat ditemukan dari ketinggian 1-1400 m diatas permukaan air maritim, tetapi untuk menerima warna daun yang cerah lebih cocok bila di tanam pada ketinggian sekitar 600 m di atas permukaan air maritim. kini banyak verietasnya yang berasal dari Eropa dan merupakan hasil pemuliaan. Tanaman lebih pendek, daun lebih lebar dengan warna daun pelindung bermacam-macam, seperti merah, putih atau merah muda. Habitus perdu, tegak, tinggi 1,5-4 m, berkayu, bercabang, bergetah seakan-akan susu. Daun tunggal, bertangkai, letak tersebar, bentuknya bulat telur hingga elips memanjang, yang terbesar kerap kali dengan 2-4 lekukan, ujung dan pangkal runcing, pertulangan menyirip, panjang 7-15 cm, lebar 2,5-6 cm, belahan bawah berambut halus, tangkai daun muda warnanya merah setelah tua warnanya hijau. Bunga majemuk berbentuk cawan atau bercabang menggarpu dalam susunan yang khas disebut cyathinum keluar diujung percabangan. Tiap cyathinum berhadapan dengan daun pelindung yang besar, bentuk lanset, warnanya merah, kadang-kadang berwarna kuning. Tinggi cyathinum 1 cm, hijau dengan taju merah dan satu kelenjar besar, pada sisi perut warnanya kuning oranye. Tangkai sari merah oranye. Buah berupa buah kotak, panjang 1,5 cm, masih muda hijau, sesudah bau tanah coklat. Biji bundar, coklat.

Familia
Eophorbiaceae.

Sinonim
Poinsettia pulcherrima R.Grah.

Nama tempat
  1. Sumatra : denok, puring benggala.
  2. Jawa : kastuba, ki geulis (Sunda), godong racun, wit racun, racunan (Jawa).
  3. Nusa Tenggara : racun, kedapa (Bali).
Nama abnormal
Yi ping hong (T), christmas flower, eastern flower, lobster flower (I), poinsettia, kastuba (M).

Sifat Kimiawi dan efek Farmakologis
Pahit, sepat, sejuk, sedikit beracun. berguna sebagai perangsang muntah (emetikum), melancarkan pengeluaran air susu ibu (galaktagog), peluruh dahak (ekspektorans), menghilangkan abuh (antiswelling).

Kandungan Kimia
Daun : alkaloid, saponin, lemak, amilodekstrin.
Batang : saponin, welirang, lemak, amilodekstrin, asam format, kanji.

Bagian yang dipakai
Daun, bunga, atau seluruh tanaman.

Kegunaan
  • Infeksi kulit, erysipelas.
  • Melancarkan haid (emenagog).
  • Melancarkan ASI (galaktagog).
  • Tulang patah (fracture).
  • Keseleo, bengkak, terantuk.
  • Bengkak karena terpukul (swelling).
  • Luka luar, luka berdarah.
Dosis Pemakaian
  1. Pemakaian luar : tumbuhan secukupnya ditumbuk, ditambah minyak kelapa lalu ditempelkan pada potongan yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : 10-15 gram, direbus, airnya diminum.
Pemakaian Luar
  1. Radang kulit, erysipelas : daun secukupnya dicuci higienis dan ditumbuk hingga halus kemudian dibalurkan pada belahan yang sakit.
  2. Keseleo, abuh, terantuk : Tutorial ke-1 : tanaman pohon merah secukupnya dicuci dan dihaluskan, ditambah arak putih dan terigu yang telah disangrai, diaduk kemudian dibalurkan pada penggalan yang sakit. Tutorial ke-2 : tumbuhan pohon merah secukupnya ditambah pengecap buaya (Aloe vera L.) dan temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.), digiling Kaprikornus satu, tambahkan arak putih secukupnya, diaduk kemudian ditempelkan pada belahan yang sakit.
  3. Luka berdarah (swelling), patah tulang (fracture) : tanaman pohon merah, patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) ditumbuk, ditambah terigu yang telah disangrai dan arak putih secukupnya, diaduk lalu ditempelkan pada potongan yang sakit, kemudian dibalut. Resep ini dipakai setelah terlebih dahulu tulang yang patah dibetulkan/digip (tulang dalam keadaan terfiksasi).
Pemakaian Dalam
  1. Melancarkan ASI (galaktagog) : 10 gram bunga dicuci lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc. setelah dingin airnya diminum.
Kunjungi tanaman berguna obat yang lain di Macam tanaman berkhasiat Obat

Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma


Tampilkan Komentar