Manfaat tanaman Oleander

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Agustus 06, 2019
Manfaat Tanaman Oleander
Oleander
[Nerium indicum Mill.]
Oleander [Nerium indicum Mill.] berasal dari benua Asia, merupakan tanaman hias di taman dan dipinggir jalan, tumbuh pada ketinggian 1-700 m di atas permukaan air laut, tahan panas dan kekeringan. Getah putih yang dikeluarkan mengandung racun terutama jikalau mengenai luka. Kulit batangnya mampu digunakan sebagai racun tikus. Pengembangbiakan tanaman ini dengan setek batang. Perdu tegak, tinggi 2-5 m. Daunnya berbentuk garis lancet, tebal, bertangkai sekitar 1 cm yang agak bengkok dengan ibu tulang menonjol . Panjang daun 7-20 cm, sedangkan lebarnya 1-3 cm. Warna daun serpihan atas hijau tua dan potongan bawah hijau muda, ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun rata, sering tiga daun tumbuh melingkar. Bunga berbentuk malai, terletak di ujung ranting dengan mahkota berbentuk corong, tabung pada pangkalnya sempit. Bunga berwarna merah muda dan putih. Buah panjangnya 15-25 cm, bundar dengan alur memanjang, bijinya banyak dan berambut.

Familia
Apocynaceae.

Sinonim
Nerium odorum Ait. = Nerium oleander Linn.

Nama daerah
Jure (Jawa), kenyeri (Bali), kembang mentega, bunga mentega, oleander (Melayu).

Nama asing
Jia zhu tao (T), adelfa, baladre (F), rose bay, dog bane, south sea rose, oleander, ceylon tree (I), adelfa (S), neriam bacin (M).

Sifat Kimiawi dan efek Farmakologis
Rasa pedas, pahit, hambar, dan beracun. berguna menguatkan jantung (Kardiotonik), peluruh kemih (Diuretik), peluruh dahak (ekspektorant), peluruh keringat, mematikan serangga (insektisida).

Kandungan Kimia
  • Daun mengandung oleandrin, oleandrigenin, 16-acetylgitoxigenin, oleandros, neriantin, adynerin, deacetyloleandrin, rutin, dambonitol.
  • Kulit batang mengandung adoroside A,B,C,D,F,G,H,K dan lain-lain, digitoxigenin, uzarigenin.
  • Bunga mengandung gitoxigenin, strospesid.

Bagian yang digunakan
Daun pemakaian segar atau dikeringkan, dibentuk abu.

Kegunaan
  • Gagal jantung (Heart failure), lemah jantung (berdebar, kaki dan tangan acuh taacuh).
  • Ayan (epilepsi).
  • Sesak napas (asma).
  • Peluruh kencing (diuretik), peluruh dahak (ekspektorant).
  • Eksim (ekzema).
  • Nyeri karena penggumpalan darah.

Dosis Pemakaian
  1. Pemakaian luar : daun oleander segar dihaluskan lalu ditempelkan pada kepingan yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : daun oleander segar dicuci sampai bersih kemudian karingkan dibawah temperatur 60-70 derajat celcius kemudian giling hingga menjadi serbuk atau abu.

Pemakaian Luar
  1. Eksim (ekzema) : akar oliander direbus dengan minyak atau parafin cair, gosokan cairan rebusan tadi pada potongan yang sakit.

Pemakaian Dalam
  1. Ayan (epilepsi) : 300 mg serbuk daun kering dimasukan kedalam kapsul. Minum sehari 3 kali sebanyak 1 kapsul selama 2-3 hari. Selanjutnya, 1 kapsul sehari sebagai dosis pemeliharaan.
  2. Lemah jantung (berdebar, kaki dan tangan cuek dan lain-lain) : 3 lembar daun oliander segar ditumbuk, kemudian seduh dengan 1 gelas air panas, diminum selagi hangat.

Catatan
  1. Tumbuhan obat ini beracun, hati-hati kelebihan takaran pada pemakaian dalam (minum) dan perlu mendapat pengawasan dokter.
  2. Wanita hamil tidak boleh untuk memanfaatkannya.

Kunjungi tanaman berkhasiat obat yang lain di Macam tumbuhan berguna Obat

Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma


Tampilkan Komentar