Manfaat tanaman Mondokaki

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Agustus 04, 2019
Manfaat Tanaman Mondokaki
Mondokaki
[Ervatamia divaricata (L.) Burk.]
Mondokaki [Ervatamia divaricata (L.) Burk.] biasa ditanam sebagai tanaman hias dipekarangan dan di taman-taman. Asalnya dari India, terbesar dikawasan Asia Tenggara serta kawasan tropis lainnya, mampu ditemukan dari dataran rendah sampai 400 m diatas permukaan air bahari. Perbanyakan dengan setek atau cangkok. Habitus perdu, tegak, banyak bercabang, tinggi 0,5-3 m, batang bulat berkayu, mengandung getah seolah-olah susu. Daun tunggal, tebal seolah-olah kulit, letak berhadapan, bertangkai pendek. Helaian daun berbentuk bulat telur memanjang atau lonjong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata,permukaan atas licin mengkilap, tulang daun menyirip, panjang 6-15 cm, lebar 2-4 cm, warnanya hijau. Tangkai bunga keluar dari ketiak daun, pendek dengan beberapa bunga. Bunga biasanya sepasang, warnanya putih dengan kepingan tengah berwarna kuning, diameter 5 cm, busuk. Buahnya berupa buah kotak, bulat panjang, berbulu. Biji berdaging, berselaput, warnanya merah. Akar tunggang, bentuknya silindris, diameter 1-5 cm, warnanya kuning, permukaan luar bergabus tipis dan tidak praktis terkelupas.

Familia : Apocynaceae. 

Sinonim
Ervatamia coronaria Stapf. = Tabernaemontana coronaria Willd. = Tabernaemontana divaricata R.Br. = Nerium divaricatum Linn.

Nama Daerah
  1. Jawa : mondokaki, bunga wari.
  2. Sumatra : kembang mentega, kembang susu, bunga manila, bunga susong (Melayu).
  3. Nusa Tenggara : bunga nyingin.
Nama ajaib
Chong ban ghou ya hua (T), wax flower plant, east Indian rose-bay, ceylon jasmine (I), rosa de hielo (S), pandakaking-tsina (F).

Sifat Kimiawi dan dampak Farmakologis
Rasa asam, sejuk. berkhasiat membersihkan racun (toksin), menurunkan panas (antipiretik), menghilangkan sakit (analgesik), menurunkan tekanan darah (hipotensf), peluruh dahak (ekspektoran), dan obat cacing (anthelmintik).

Kandungan Kimia
Kulit batang dan akar mengandung tabernaemontanin, koronarin, koronandin, dregamin, vobasin, korin, kortin, lupeol, tann.

Bagian yang Dipakai
Akar, daun, bunga, dan kulit batang.

Kegunaan
1. Daun :
  • Bisul (furunculus), luka, radang kulit (piodermi);
  • Batuk berdahak (tussis);
  • Radang kelenjar payudara (mastitis);
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi);
  • Digigit anjing gila;
  • Terkilir.
2. Getah daun :
  • Kekeruhan kornea, radang mata (conjuntivitis);
  • Mencegah timbulnya radang pada luka;
3. Akar :
  • Antikanker;
  • Batuk (tussis), tenggorokan abuh dan sakit ;
  • Diare;
  • Cacing kremi;
  • Tulang patah (fraktur);
  • Sakit gigi;
  • Gondok
Dosis Pemakaian
  1. Pemakaian luar : daun secukupnya dihaluskan lalu ditempelkan pada kepingan yang sakit.
  2. Pemakaia dalam (minum) : 15-25 gram direbus, airnya diminum.
Pemakaian Luar
  1. Sakit mata (conjuntivitis), radang kulit, luka : daun secukupnya dicuci bersih, dibilas dengan air matang kemudian ditumbuk halus. Air perasannya dapat menyejukan jika diteteskan pada mata yang sakit atau dioleskan pada radang kulit dan luka.
  2. Radang mata kronis/trachoma (chronis conjuntivitis) : cara ke 1 adalah 15 gram akar mondokaki dan 10 gram kerikan kayu secang direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 500 cc, kemudian airnya dipakai untuk mencuci mata; cara ke 2 ialah 15 gram akar mondokaki, 9 gram kayu secang (Caesalpinia sappan L.), daun saga (Abrus precatorius L.), daun sena (Cassia angustifolia Vahl.), dan daun tempuh wiyang (Emilia sonchifolia Linn.) masing-masing 15 gram, 10 gram kulit mesoyi (Massoia aromatica Becc.) dan 10 gram kulit kayu seriawan (Arcangelisia flava [L.] Merr.), dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, setelah dingin disaring airnya untuk merambang mata yang sakit. Lakukan 3 kali sehari.
  3. Radang payudara (mastitis) : 20 lembar daun mondokaki dicuci lalu ditumbuk halus, dicampur dengan 2 sendok makan air garam. Ramuan ini digunakan untuk mengurapi payudara yang sakit kemudian dibebat. Lakukan 2 kali sehari.
  4. Radang kulit bernanah (pioderma) : cara ke 1 ialah Bunga segar secukupnya dicuci higienis lalu ditumbuk halus, tambahkan sedikit minyak kelapa, aduk hingga merata kemudian ditempelkan pada kulit yang meradang; cara ke 2 ialah 15 gram bunga mondokaki dan 30 gram sambiloto segar (Andrographis paniculata Nees.) dihaluskan, tambahkan minyak kelapa secukupnya, diaduk rata lalu ditempelkan pada kulit yang sakit.
Pemakaian Dalam
  1. Sakit gigi : akar mondokaki secukupnya dicuci higienis kemudian dikunyah dengan gigi yang sakit.
  2. Batuk (tussis) : cara ke 1 adalah 15 lembar daun mondokaki dicuci kemudian direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 400 cc, setelah dingin disaring, tambahkan madu secukupnya kemudian dibagi untuk 3 kali minum dalam sehari; cara ke 2 adalah 15 lembar daun mondokaki, 10 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.) dan 10 gram kulit jeruk mandarin kering (Citrus nobilis Lour.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu airnya diminum.
  3. Tekanan darah tinggi (hipertensi) : 15 gram daun mondokaki direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu airnya digunakan untuk menjus 100 gram seledri (Apium graveolens Linn.) jenis kecil kemudian jusnya diminum.
  4. Sakit ginjal : 10-15 gram akar mondokaki, 30 gram daun sendok segar (Plantago major L.), dan 30 gram daun kumis kucing segar (Orthosiphon aristatus Bl.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, sesudah acuh taacuh disaring lalu airnya diminum.
  5. Kencing batu : 15 gram akar mondokaki, 30 gram daun kejibeling segar (Strobilanthes crispus Bl.), dan 30 gram daun kumis kucing segar (Orthosiphon aristatus Bl.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, sesudah acuh taacuh disaring kemudian airnya diminum.
  6. Diare : cara ke 1 adalah 10-15 gram akar mondokaki dicuci dan dipotong tipis-tipis kemudian, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, sehabis masbodoh disaring kemudian airnya diminum sedikit demi sedikit. cara ke 2 adalah 10-15 gram akar mondokaki dan 10 gram daun jambu biji (Psidium guazapa L.), dicuci dan diiris-iris kemudian direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, sesudah dingin disaring kemudian airnya diminum.
  7. Cacing kremi : 10 gram akar mondokaki dan ½ lembar daun pepaya (Carica papaya L.) dicuci dan  direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, sehabis cuek disaring lalu airnya diminum.
  8. Gondok, sakit tenggorokan (Pharyngitis) : 10 gram akar mondokaki direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum.
  9. Patah tulang (fraktus) : 15 gram akar mondokaki direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, sehabis acuh taacuh airnya diminum.
  10. Antikanker (antikarsinoma) : 10 gram akar mondokaki ditambah lidah ular yang berbunga putih (Hedyotis diffusa Willd.) atau rumput mutiara (Hedyotis corymbosa [L.] Lamk.) direbus dengan 500 cc air, sesudah acuh taacuh disaring kemudian airnya diminum.
Catatan
  1. Rumput lidah ular kembang putih dan rumput mutiara dapat dibeli di toko obat Tionghoa.
  2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius atau berat tetap konsultasikan ke dokter.

Kunjungi tanaman berkhasiat obat yang lain di Macam tumbuhan berkhasiat Obat

Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma


Tampilkan Komentar