Manfaat tanaman Bunga Melati [Jasminum sambac (L.) Ait]

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Agustus 03, 2019
Bunga Melati [Jasminum sambac (L.) Ait]
Bunga Melati
Jasminum sambac (L.) Ait
Tanaman Bunga Melati [Jasminum sambac (L.) Ait] merupakan tanaman yang berasal dari India khususnya dan Asia umumnya. Melati dapat dikembangbiakkan dengan Tutorial setek, tunas-tunas gres akan tampak setelah berusia sekitar enam minggu. tumbuhan ini dapat tumbuh subur dari dataran rendah hingga ketinggian 600 m di atas permukaan air bahari dengan tanah yang gembur dan menerima cukup sinar matahari. Melati banyak ditanam orang di halaman dan di ladang-ladang sebagai tanaman bunga karena bunganya yang harum. Melati digunakan sebagai bahan untuk aroma amis-wangian pada industri parfum. Habitus perdu memanjat atau menggantung, tinggi 0,3-3 m. Daun tunggal berwarna hijau sampai hijau kelabu, helaian daun berbentuk jorong sampai lingkaran telur dengan panjang daun 5-10 cm dan lebarnya 4-6 cm, ujungnya meruncing  sedangkan pangkalnya membulat, tepi rata, tulang daun menyirip, menonjol pada permukaan bawah, permukaan daun mengkilat, letak daun berhadapan dengan tangkai pendek sekitar 5 mm. Bunga melati berwarna putih, mungil, berbau harum, merupakan bunga majemuk berbentuk anak payung menggarpu yang keluar dari ujung tangkai atau ketiak daun. Mahkota bunga berbentuk terompet, berbentuk lembaran agak mengkerut, melati dapat berbunga sepanjang tahun. Akarnya agak sukar dipatahkan, bekas patahan tidak rata, tidak berserat.

Familia : Oleaceae.

Sinonim
Jasminum fragrans Salisb. = J. pubescens Wall. = J. quinqueflarum Heyne. = J. undulatum Willd. = J. zambac Roxb. = Nyctanthes grandiflora Lour. = N. sambac L.

Nama kawasan
  1. Sumatra : meulu cina, meulu cut (Aceh), merul, malar (Batak), malati (Minangkabau), bunga manuru (Melayu)
  2. Jawa : malati (Sunda), menur, melati (Jawa) malate (Madura).
  3. Nusa Tenggara : menuh (Bali), mundu (Bima), mayora (Timor), wilabunga loro, manjora.
  4. Sulawesi : bunga mo putih (Gorontalo), bunga baluru, bunga maluru (Makassar), bunga elung, bunga pute (Bugis), manuru, manduru (Manado), bunga didi, manjuru.
  5. Maluku : manyuru (Banda), bunga manuru (Halmahera), aku manuru (Ternate).

Nama ajaib
Mo li hua (T), kampupot, sampatiga de china, sampagitang sunsong (F), arabian jasmine, sambac, jasmine (Inggris), jasmin d’arabie (P), yasmin (A), arabische jasmijn (B), sampagita (S), bunga melor (M).

Sifat Kimiawi dan pengaruh Farmakologis
  • Bunga dan daun : rasa pedas, manis, sejuk, berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), merangsang pengeluaran keringat (diaforetik), peluruh kencing (diuretik), melancarkan pernapasan.
  • Akar : rasa pedas, manis, netral, agak toksik, memiliki kegunaan sebagai pemati rasa (anestetik), menghilangkan sakit (analgesik).

Kandungan kimia
Asam format, asam asetat, asam benzoat, linalool, asam salicylat, benzyl linalool ester, methyl linalool ester, benzyl alcohol, indol, methyl anthranilate, sesquiterpene, sesquiterpenalcohol, phytol, isophytal, phytylacetat, hexenyl benzoat, methyl palmitat, methyl linolenat, genaryl linaloal, jasmon, livalylacetaat.

Bagian yang dipakai
Bunga, daun, dan akar.

Kegunaan
1, Bunga dan daun :
  • Influenza, demam;
  • Sakit kepala;
  • Diare, cacingan;
  • Radang mata merah (conjunctivitis);
  • Air susu ibu (ASI) berlebihan;
  • Bisul (furunculus), jerawat (acne vulgaris), biduran (urtikaria), abuh lantaran gigitan hewan;
  • Sesak napas (asma).
2. Akar :
  • Susah tidur (insomnia);
  • Luka terpukul, keseleo;
  • Menghilangkan sakit pada tulang patah (fraktur);
  • Sakit gigi, sakit kepala (vertigo);
  • Cacingan.

Dosisi Pemakaian

1. Pemakaian luar :
  • Bunga : direbus, air saringannya digunakan untuk mencuci mata, ampasnya ditempelkan pada bagian yang sakit, atau bunga tersebut direndam dalam minyak kelapa (Cocos nucifera L.), digunakan untuk tetes telinga.
  • Daun : dimemarkan atau digiling halus, kemudian ditempelkan pada potongan yang sakit.
  • Akar : dihaluskan atau digiling halus, lalu ditempelkan pada penggalan yang sakit.
2. Pemakaian dalam :
  • Bunga ; 1,5-3 gram (kering) direbus atau diseduh diminum sebagai teh.
  • Daun : 3-6 gram (kering) direbus, diminum.
  • Akar : 0,5-1,5 gram (kering) digiling, tambahkan air lalu diperas dan diminum.

Pemakain Luar
  1. Radang mata merah (conjunctivitis) : daun melati di cuci higienis, kemudian  di rebus dengan air secukup nya, air nya di gunakan untuk mengompres.
  2. Menghentikan produksi  ASI yang berlebihan : bunga atau daun melati dimemarkan, ditempelkan di sekitar payudara, diganti beberapa kali sehari.
  3. Bengkak akhir gigitan hewan : daun atau bunga melati secukupnya dicuci higienis kemudian digiling hingga halus, lalu ditrmpelkan  pada kepingan yang sakit.
  4. Demam, sakit kepala:
  • 10 gram daun melati, 10 bunga melati, remas-remas kedua bahan tersebut dengan tangan, lalu  direndam dengan air secukupnya, gunakan air rendaman tersebut untuk mengompres dahi;
  • Akar melati dicuci bersih, lalu dilumarkan dan ditempelkan pada dahi;
  • Akar melati secukupnya dilumarkan lalu tambahkan arak putih dan jahe (Zingiber officinale Rose.) secukupnya, lalu dioleskan pada potongan yang sakit.
5. Jerawat (acne vulgaris): 20 kuntum bunga melati, 2 jari asam (Tamarindus idica L.),
    3 gram sulfur, dicuci kemudian ditumbuk hingga halus, tambahkan 2 sendok makan air
    jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle), diremas-remas. Gosokkan pada muka yang
    berjerawat 2 kali sehari sebanyak yang diharapkan.
6. Luka, patah tulang (fractur), keseleo : akar melati secukupnya dicuci dan dihaluskan,
    tambahkan arak lalu ditempelkan pada penggalan yang sakit dan dibalut dengan kain
    kasa.


Pemakaian Dalam
  1. Susah tidur (insomnia) : 1-1,5 akar melati kering digiling hingga menjadi debu, kemudian diseduh dengan air panas secukupnya, diminum hangat-hangat.
  2. Radang mata merah (conjuntivitis) : Tutorial ke 1 adalah 6 gram bunga melati kering dicuci higienis, direbus dengan air secukupnya lalu disaring, air saringannya diminum. Cara ke 2 ialah 6 gram bunga melati kering, 9 gram bunga krisan (Chrysanthemummorifolium Ram), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc lalu disaring, airnya diminum.
  3. Influenza : 6 gram bunga melati kering, 5 gram jahe (Zingiber officinale Rose.), 2 batang daun bawang putih  (Allium sativum L.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc lalu disaring, dan diminum airnya hangat-hangat.
  4. Demam, diare influenza : 6 gram bunga melati kering, 10 gram teh hijau (Camellia sinensis Kuntze.), 30 gram kapulaga (Amomum cardamomum Willd.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc kemudian  diminum airnya setelah disaring.
  5. Cacingan (khusus cacing kremi) : 15 gram akar melati, 1 pilah daun pepaya (Carica papaya L.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum  airnya selagi hangat.
  6. Sesak napas (asma) ; 
  • 15 gram bunga melati dicuci bersih, kemudian direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, diminum sehari 2 kali sebanyak 100 cc.
  • 10 gram daun melati, direbus dengan 600 cc air hingga mendidih dan tersisa 300 cc, tambahkan sedikit garam,  lalu disaring dan diminum 2 kali sehari sebanyak 150 cc;
  • 15 gram bunga melati, 15 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan airnya diminum selagi hangat sebanyak 100 cc.

Catatan 
  1. Ibu hamil dan kondisi badan lemah dihentikan  meminumnya.
  2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius tetap konsultasikan ke dokter.

Kunjungi tanaman berkhasiat obat yang lain di Macam tanaman memiliki kegunaan Obat


Tampilkan Komentar