Tumbuhan memiliki kegunaan Obat

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Juli 02, 2019
Efektivitas Proses Pemanfaatan tumbuhan Obat

Perkembangan pengobatan tradisional kedokteran Timur telah sejalan dengan perkembangan kedokteran Barat yang telah diakui dunia Internasional, dengan pengesahan badan kesehatan dunia (WHO). Pengobatan dengan pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat bahkan telah mencapai perkembangan yang ditandai dengan adanya perguruan-perguruan tinggi internasional yang mengkhususkan pada fatwa pengembangan obat dan pengobatan secara teoritis maupun Mudah klinis. Perkembangan seakan-akan inilah yang hendak dicapai.
Dalam pemanfaatan dan penggunaan tanaman berguna obat ini, perlu diketahui secara niscaya bagaimana tata Tutorial pengkomposisiannya dalam memanfaatkan tanaman berkhasiat obat untuk mengatasi banyak sekali jenis penyakit secara efektif. Oleh lantaran itu, penulisan artikel tumbuhan memiliki kegunaan obat ini hadir untuk menguraikan secara menyeluruh seputar tanaman obat secara terperinci dan disertai pemanfaatannya.
Selain itu, penulisan artikel tumbuhan berguna obat ini pun menguraikan secara tuntas formulasi tumbuhan memiliki kegunaan obat yang merupakan sumber pengetahuan farmakolgi kedokteran Timur, yang merupaka hal terpenting dalam proses ilmiah tumbuhan berkhasiat obat, sehingga menghasilkan obat dan pengobatan yang pengaruhtif.
Berikut ini proses bagi imbastivitas tumbuhan berguna obat.

A. Introduksi
Perlu diketahui bahwa komposisi untuk membuat obat dari tumbuhan memiliki kegunaan obat berbeda-beda. Secara mendasar dibutuhkan persiapan dan formulasi takaran yang tepat supaya pengkomposisiannya baik dan tentu saja memiliki kegunaan bagi tujuan yang dimaksud. Artikel ini pun telah dilengkapi dengan beberapa bahasa farmakologi kedokteran Timur dan gambaran gambar sebagai berikut :
  • Bahasa Latin, merupakan bahasa universal yang lazim dipergunakan dalam literatur.
  • Bahasa Istilah, merupakan persamaan kata (kata lain) yang lazim digunakan.
  • Bahasa daerah, merupakan sebutan yang dipergunakan pada setiap daerah.
  • Bahasa asing, merupakan sebutan untuk tumbuhan obat yang dipergunakan di manca negara, contohnya bahasa Tiongkok karena negara Tiongkok inilah diperoleh referensi terlengkap seputar tumbuhan memiliki kegunaan obat.
  • Ilustrasi gambar (foto tumbuhan) full color, baik daun, buah, bunga, umbi, maupun serpihan lainnya yang berguna sebagai penunjang uraian tumbuhan berkhasiat obat semoga para para pembaca dapat mengetahui ciri khusus tumbuhan berguna obat yang dimaksud, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam mencocokkan dan mencirikan tumbuhan memiliki kegunaan obat yang dimaksud sehingga dapat mengenalinya dengan tepat dan benar.
B. Proses Pengambilan
Untuk Menghasilkan pengobatan yang efektif, dalam memakai tumbuhan berkhasiat obat sebaiknya, memperhatikan beberapa hal :
  • Daun; sewaktu tumbuhan mulai berbunga, daun mampu dipetik untuk dimanfaatkan sebagai materi obat.
  • Buah; pada umumnya, yang dimanfaatkan sebagai bahan obat adalah buah yang telah masak.
  • Bunga; untuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat, sebaiknya bunga diambil sebelum mekar, atau sebaliknya setelah mekar secara tepat.
  • Umbi, rimpang, akar, dapat diambil untuk bahan obat ketika proses pertumbuhannya telah sempurna.
C. pencucian dan Sterilisasi
Tumbuhan berkhasiat obat harus terlebih dahulu dibersihkan dengan air bersih secara berulang-ulang biar bubuk, kotoran pasir, maupun tanah yang menempel mampu dihilangkan. dan merupakan tindakan untuk meminimalisasi efek toksin yang ada pada tumbuhan memiliki kegunaan obat. Sterilisasi dilakukan melalui proses perebusan dan pemasakan, sehingga menghasilkan bahan-bahan obat yang bebas dari kuman.

D. Persiapan dan Pengeringan
Dalam mempersiapkan dan mengeringkan tumbuhan berkhasiat obat, perlu memperhatikan beberapa hal berikut :
  • Tumbuhan berguna obat yang akan digunakan, sesudah dibersihkan lalu dipotong-potong, supaya saat perebusan zat-zat yang terkandung di dalamnya akan praktis keluar dan meresap dalam rebusan.
  • Proses pengeringan dilakukan dengan Tutorial menjemur, diangin-anginkan, atau dikeringkan dalam ruangan khusus.
  • Dalam proses pengeringan tumbuhan berguna obat tertentu juga mampu dicampurkan dengan madu atau cuka beras atau jahe. Caranya : tumbuhan berkhasiat obat yang telah kering disangrai bersama materi campuran yang ingin digunakan, contohnya madu, cuka beras, ataupun jahe. setelah disangrai, tumbuhan berkhasiat obat yang telah tercampur dijemur kembali. Hal ini umumnya dilakukan dengan tujuan biar tumbuahn memiliki kegunaan obat lebih dampaktif atau menetralkan toksin yang ada dalam tumbuhan.
  • Ada juga tumbuhan berguna obat yang harus direndam beberapa hari sambil diganti airnya secara kontinyu, tujuannya untuk mengurangi toksin yang terkandung dalam tanaman tersebut. sesudah melalui proses perendaman tadi, tumbuhan obat tersebut dikeringkan dan siap digunakan, contohnya umbi gadung.
E. Formulasi, Preskripsi (Resep), dan Komposisi
Untuk penderita beberapa jenis penyakit, tidak bisa hanya dengan memakai satu jenis tumbuahn berguna obat. Dibutuhkan formulasi dan komposisi yang tepat semoga tidak menimbulkan kontradiksi satu sama lainnya. Sebaliknya, satu sama lainnya harus saling menunjang dan mendukung untuk mampu menghasilkan pengobatan dampaktif. Contohnya, kasus penyakit batu ginjal akan memakai keji kaca yang berguna untuk menghancurkan watu ginjal sampai menjadi butiran dan larut dalam air seni. biar air seni dapat mengalir lancar, pengobatan terhadap kerikil ginjal pun memerlukan pendamping untuk meluruhkan air seni. Untuk itu formulasi tanaman obat untuk kerikil ginjal ditambah dengan kumis kucing, daun sendok, rambut jagung, akar alang-alang, dan sebagainya yang berkhasiat sebagai peluruh air seni. Untuk menyeimbangkan keduanya, diberikan tambahan tumbuhan berkhasiat obat sebagai anti radang seperti pegagan, sambiloto, dan lain-lainnya. Dari semua itu, lahirlah komposisi preskripsi (resep) tanaman obat untuk kerikil ginjal yaitu : keji kaca, kumis kucing, daun sendok, akar alang-alang, daun sambiloto, meniran, pegagan, dan rambut jagung. Kedelapan tanaman berguna obat itu berfungsi sebagai motor aktivis sekaligus pendorong supaya kendaraan beroda empat berupa tubuh insan dapat berjalan/berfungsi kembali dengan normal. Komposisi preskripsi ini digunakan untuk mengkombinasi perbedaan pengaruh tumbuhan berguna obat terhadap jenis-jenis penyakit. Hal ini merupakan prinsip esensial dari terapi pengobatan tradisional yang berdasarkan : formulasi, prekripsi, dan komposisi.

F. Jenis-jenis Preskripsi
Ada beberapa jenis preskripsi yang dipergunakan dalam pengobatan dengan tumbuhan berguna obat, yaitu sebagai berikut.
  • Prekripsi berat, digunakan kalau daya kerja obat cepat dan banyak memiliki jenis serta mempunyai takaran pemakaian yang tinggi. Selain itu, memiliki pula pengaruh sedasi (obat penenang).
  • Preskripsi ringan, dikomposisikan jikalau obat memiliki daya kerja yang cenderung lambat dan memiliki varietas yang sedikit serta memiliki takaran yang rendah pula.
  • Preskripsi lunak, dikomposisikan kalau obat mempunyai daya kerja yang relatif sedang (tidak lambat atau tidak cepat)
  • Preskripsi penting, digunakan jika obat memiliki daya kerja yang sangat cepat/tinggi.
  • Preskripsi kompleks, dikomposisikan atas perbedaan efek dan sebagian besar digunakan untuk penyakit yang komplikatif.
  • Preskripsi gabungan, diformulakan untuk penggunaan preskripsi yang mengkombinasikan lebih dari satu preskripsi tumbuhan berkhasiat obat.
G. Konsep Preskripsi : Utama, Asisten, tangan kanan, dan Pesuruh
  1. Utama, merupakan tanaman berguna obat yang diformulasikan sebagai tanaman obat yang pokok dalam pengobatan.
  2. Asisten, merupakan tumbuhan memiliki kegunaan obat yang mendukung tanaman berkhasiat obat yang utama dalam mencapai pengaruhtivitas tujuan pengobatan.
  3. Ajudan, merupakan tanaman obat yang formulasinya sebagai pembantu yang mendukung kesempurnaan tanaman berguna obat dalam mengatasi penyakit.
  4. Pesuruh, merupakan tumbuhan obat yang diformulasikan sebagai pemanis dan penyeimbang dan tetap dalam satu jalur untuk mampu menyatukan formulasi preskripsi dalam mencapai imbastivitas tujuan dalam pengobatan.
H. Penggunaan Air
Air yang digunakan dapat berupa air sumur, air dari mata air, air pegunungan, air ledeng, dan sebagainya yang memenuhi kriteria air tawar bersih dan tidak mengandung zat kimia atau zat-zat yang lainnya. Jangan memakai air teh, softdrink, dan sebagainya untuk merebus. Dalam merebus obat tergantung pada penggunaan materi/tumbuhan berkhasiat obat yang digunakan, apakah dalam keadaan kering atau segar. Untuk tanaman yang kering mampu mempergunakan air melebihi tumbuhan berguna obat yang akan direbus/dimasak, sehingga air mampu merendam tumbuhan berguna obat (sebanyak 600-1000 cc), lantaran tanaman yang kering akan banyak menyerap banyak air sehingga dalam memasaknya memerlukan banyak air. Adapun untuk tumbuhan segar/basah mampu mempergunakan air sebanyak 400-600 cc, karena tanaman yang segar tidak banyak menyerap air.

I. Wadah Perebusan
Wadah yang diperlukan untuk merebus tumbuhan memiliki kegunaan obat adalah pot keramik, pot tanah, panci email/enamel. Jangan digunakan panci yang terbuat dari besi, alumunium, atau kuningan, lantaran memiliki kandungan zat iron trichloride dan ferryanide yang menimbulkan endapan pada air rebusan tumbuhan obat dan menimbulkan racun. Dan sebagian tumbuhan ada yang mengandung tannin/tannic acid dan flavone, bila tercampur maka akan menurunkan imbastivitas tumbuhan obat dalam mengobati penyakit.


Kategori tanaman berkhasiat Obat : Macam tanaman berguna Obat


Tampilkan Komentar