Manfaat tumbuhan Jengger Ayam

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Juli 19, 2019
Jengger Ayam (Celosia cristata L.)
Jengger Ayam
(Celosia cristata L.)
Jengger ayam (Celosia cristata L.) biasa ditanam sebagai tanaman hias di taman-taman, pekarangan, dan tempat-tempat lainnya lantaran bentuk bunganya yang indah, jarang tumbuh liar. Jengger ayam  biasanya tumbuh dari dataran rendah sampai ketinggian 1000 m di atas permukaan maritim. Habitus herba semusim (annual), tumbuh tegak, tinggi 60-90 cm, batang tebal. Daun tunggal, tumbuh berseling, bentuk bulat telur hingga lanset memanjang, dengan panjang 5-12 cm, lebar 3,5-6,5 cm, ujung meruncing, pangkal runcing membentuk  tangkai, tepi rata, warnanya hijau yang bagian atas melebar seakan-akan jengger ayam jago, berlipat-lipat dan bercangap atau bercabang. Bunga keluar di ujung batang atau di ujung percabangan warnanya ungu, merah, dadu, kuning. Buahnya retak sewaktu masak, terdapat dua atau beberapa biji kecil.

Familia
Amaranthaceae.

Sinonim 
Celosia argentea L. var. cristata (L.) O. Ktze.

Nama tempat
  1. Sumatra : bayam biludu, celala, banda ulu, bunga tali.
  2. Jawa : jawer hayam, jawer kotok (Sunda), bayem cenggeng, janggar rumpuk, jengger ayam, jengger rumpuk (Jawa), jhangghar ajam, rebha mangsor (Madura).
  3. Nusa Tenggara : janggar siap (Bali), ndae ana sina (Roti), bunak manu larit (Timor).
  4. Sulawesi : tatana manuk, sampiri manu, bungan api-api, wunga api-api, bunga api-api (Sulawesi Utara), loyo, lava, lengano (Gorontalo), ranang jangan (Makasar), bunga lali manu, puwa rasiwato (Bugis).
  5. Maluku : wire, kolak, toko ma rerede, tataleo ma hohorene, (Halmahera Utara), namoro ma usi, sulesule (Ternate).
Nama gila
JI guan (T), cocks comb flowers (I), palong manok, palong pulungan (F), balung ayam (M), hanekam, crete de coq, passé velours, echter brandsschopf.

Sifat Kimiawi dan efek Farmakologis
Rasa bagus, sejuk, berkhasiat sebagai antiradang (antiinflamasi), peluruh kencing (diuretik), menghentikan pendarahan, (hemostatik), menghentikan keputihan, menandakan penglihatan. Masuk meridian lever dan ginjal.

Kandungan Kimia
Mengandung minyak lemak, kaempferitrin, amaranthin, dan pinitol.

Bagian yang Dipakai
Bunga, jemur bila ingin disimpan.

Kegunaan
  • Mimisan (epistaxis), kerikilk darah (hemoptysis), muntah darah (hematemesis).
  • Keputihan. (leucorrhoea).
  • Air kemih berdarah (hematuria).
  • Pendarahan rahim di luar waktu haid (functional uterine bleeding).
  • Haid berlebihan (metrorrhagia).
  • Infeksi saluran kemih (infeksi traktus urinarius).
  • Peluruh kemih.
  • Pendarahan pada wasir  (hemorrhoidal).
  • Pendarahan pada  lambung atau usus.
  • Radang lambung (gastritis).
  • Radang usus (enteritis).
  • Disentri.
  • Biduran (urtikaria), gatal-gatal (pruritus), digigit lipan.
  • Nyeri lantaran penggumpalan darah.
  • Gangguan penglihatan.
  • Dan lain-lain.

Dosis Pemakaian
  1. Pemakaian luar : bunga jengger ayam direbus,air rebusannya digunakan untuk mencuci kepingan yang sakit atau dihaluskan kemudian ditempelkan pada potongan yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : 10-15 gram bunga jengger ayam direbus atau dijadikan bubuk/pil.

Pemakain Luar
  1. Digigit serangga : bunga jengger ayam secukupnya dilumatkan kemudian ditempelkan pada bagian yang terkena gigitan.
  2. Gatal-gatal (pruritus) : herba jengger ayam direbus dengan air secukupnya, kemudian airnya dioleskan pada bagian yang gatal.

Pemakaian Dalam
  1. Gangguan penglihatan : 30 gram tanaman jengger ayam direbus dengan 400 cc air hingga  tersisa 200 cc, lalu  disaring  dan  diminum airnya hangat-hangat.
  2. Tekanan darah tinggi (hipertensi) : 15 gram bunga  jengger ayam kering dan 10 buah angco merah (dapat dibeli di supermarket) direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc. setelah agak hambar disaring lalu airnya diminum.
  3. Mimisan (epistaxis) , watuk darah (hemoptysis), muntah darah (hematemesis) : 15 gram bunga jengger  ayam, 30 gram akar rimpang  teratai (Nelumbium nelumbo Druce.), 15 gram urang  aring (Eclipta alba [L.] Hassk.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa  300 cc, lalu  disaring  dan  diminum  airnya.
  4. Batuk  darah (hemoptysis) : 15 gram bunga jengger ayam kering ditim bersama paru-paru  sapi selama satu jam, lalu airnya diminum dan paru-paru sapinya dimakan untuk 2-3 kali sehari setelah makan nasi.
  5. Wasir   berdarah  (hemorrhoidal) : 60 gram herba jengger ayam segar dan 100 gram akar  rimpang teratai (Nelumbium nelumbo Druce.), direbus dengan satu liter air hingga tersisa 500 cc, disaring dan diminum airnya untuk dua kali sehari, setiap kali 250 cc.
  6. Keputihan (leucorrhea) : 10 gram bunga jengger ayam kering, 15 gram kulit delima kering (panica granatum L.), keduanya direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu disaring dan airnya diminum.
  7. Menstruasi (haid) tidak teratur : 15 gram bunga jengger ayam kering berwarna merah dan 30 gram daun dewa (Gynura segetum (Lour) Merr.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, sehabis dingin disaring  lalu airnya diminum.
  8. Menstruasi (haid) tidak berhenti (mentrorrhagia) : bunga jengger ayam dikeringkan lalu tumbuk hingga Kaprikornus abu. Ambil 10 gram bubuk tersebut, diseduh dengan air panas tambahkan madu secukupnya, kemudian diminum.
  9. Pendarahan rahim di luar waktu haid : 6 gram bubuk jengger ayam diseduh dengan air panas, tambahkan madu secukupnya lalu diminum sebelum makan nasi. Pantang makan yang bacin-amis dan daging. Cara ke-2 ialah 15 gram bunga jengger ayam kering dan 30 gram umbi daun tuhan/thien ci (Gynura segetum [Lour] Merr.) direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, sesudah dingin disaring kemudian airnya diminum.
  10. Pendarahan lambung atau usus : 15 gram bunga jengger ayam, 200 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo Druce.) yang telah dijus, direbus keduanya dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, setelah disaring lalu airnya diminum.
  11. Infeksi jalan masuk kemih : 15 gram bunga jengger ayam, 15 gram aseman (Polygonum cinense Linn.), 15 gram meniran (Phyllanthus urinaria L.) dan 30 gram sambiloto (Andrographis paniculata Nees.), direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 40 cc, sesudah disaring lalu airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 200 cc.
  12. Disentri : 15 gram bunga jengger ayam dan 30 gram patikan kebo (Euphorbia hirta L.) direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, sehabis disaring kemudian airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali 150 cc.
  13. Diare : 15 gram bunga jengger ayam kering dan 30 gram daun jambu biji (Psidium guajava L.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, setelah masbodoh disaring kemudian airnya diminum.
  14. Biduran (urtikaria) : 10 gram bunga jengger ayam, 10 gram bunga matahari (Helianthus annuus L.), 30 gram gula watu, tambahkan air secukupnya. Semua bahan tersebut di tim lalu disaring dan diminum airnya.
  15. Campak : 1 batang seluruh tanaman jengger ayam segar direbus dengan 1 1/2 liter air hingga mendidih, sehabis dingin kemudian airnya diminum, sebagian untuk mencuci campak.

Catatan
  1. Umbi daun ilahi atau Thien chi mampu dibeli ditoko obat Tionghoa, angco dibeli di supermarket.
  2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit berat, tetap konsultasikan ke dokter.

Kunjungi tanaman berguna obat yang lain di Macam tanaman berkhasiat Obat


Tampilkan Komentar