Manfaat tanaman Kamboja

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Juli 21, 2019

Kamboja (Plumeria acuminata Ait.)
Kamboja
Plumeria acuminata Ait.
Kamboja (Plumeria acuminata Ait.) berasal dari Amerika tropis, biasa ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan, taman-taman, kuburan, atau tumbuh liar dan dapat ditemukan dari 1-700 meter di atas permukaan laut. Pohon kecil yang banyak bercabang, tinggi 3-7 m, mengandung getah. Batang pokoknya besar, tumbuh membengkok, berkayu keras dengan cabang-cabang gemuk berdaging, sedang cabang muda lunak dan terdapat tanda bekas tangkai daun yang lepas. Daun tunggal, duduk berkarang bergerombol di ujung tangkai, bertangkai panjang. Helaian daun berbentuk lanset, kaku seolah-olah kulit, panjang 20-40 cm, lebar 6-12,5 cm, ujung runcing, pangkal menyempit, tepi rata, tulang daun menyirip. Bunga dalam malai rata, berkumpul di ujung ranting, berbentuk terompet, sisi dalam berambut, warnanya agak kuning, mahkota bunga berwarna putih atau merah, anyir. Buahnya buah bumbung, satu atau dua, saling berjauhan, berbentuk tabung memanjang yang gepeng, panjang 18-20 cm, lebar 2 cm, berongga dua, warnanya hitam kecoklatan, berbiji banyak. Dikembangbiakkan dengan setek batang atau biji.

Familia : Apocynaceae.

Sinonim : Plumeria rubra L. cv. acutifolia = Plumeria acuminate Roxb. = Plumeria  acutifolia poir. = Plumeria alba Blanco. = Plumeria obtuse Lour. = Plumeria rubra L. form acutifolia Woods. = Plumeria L. var.acutifolia (poir.) Bailey.

Nama tempat
  1. Sumatra : bunga kemboja, kamboja, kolong susu, cempaka kemboja, cempaka kubur, cempaka mulia (Melayu), pandam (Minangkabau).
  2. Jawa : kamoja, samoja (Sunda), samboja, semboja, kamboja (Jawa), cempaka bakul, cempaka sabakul, cempaka mulja (Madura).
  3. Sulawesi : bungo lomilate (Gorontalo), tintis, karasusi, koloyucu, kolo susu (Minahasa), bunga uwae mawara (Bugis), bunga jene mawara, bunga jera (Ujung pandang).
  4. Nusa Tenggara : bunga jabun (Bali), bunga matandani (Roti), bunga kamboyang  (Timor).
  5. Maluku : kalansusun, kupa tayon (Seram), capaka butu (Halmahera utara), saya kolocucu (Ternate), capaka kubu (Tidore).
Nama aneh
Ji dan hua (T), temple tree, temple flower, pagoda tree, frangipani (I), kerkhofbloem (B), kalasasi, karatuche (F), Lan thom (Th), cempaka kubur, cempaka mulia (M).

Sifat Kimiawi dan dampak Farmakologis
  • Bunga : manis, sejuk, harum. Penurun panas (antipiretik), peluruh kencing (dieuretik), menghentikan batuk (antitusif), dan menghilangkan hawa panas.
  • Kulit kayu : melancarkan buang air besar (laksant).
Kandungan Kimiawi
  • Getah berwarna putih : mengandung damar dan kautcuk, senyawaan sejenis karet, serta senyawaan triterpenoid, amyrin, dan lupeol.
  • Kulit batang : mengandung plumierid, adalah suatu zat pahit yang beracun. Sebagai laksant, dipakai dengan dosis 0,2-0,3 gram yang dimakan sebelum tidur, maka esok paginya bisa buang air besar 1-2 kali. bila dimakan dengan takaran lebih dari 0,3 gram akan berkhasiat melancarkan kencing (diuretic).
  • Daun dan batang mengandung fulvoplumierin. dosis 1,5 miligram berkhasiat menghambat perkembangan kuman TBC.
  • Kandungan minyak menguapnya terdiri dari geraniol, sitronellol, linallol, farnesol, dan fenil  alkohol.
Bagian yang digunakan
Bunga dikeringkan dengan Tutorial dijemur, getah, daun, kulit batang, dan akar.

Kegunaan
  • Mencegah pingsan lantaran udara terlalu panas (heat sroke).
  • Radang usus  (enteritis).
  • Disentri  basiler.
  • Gangguan  pencernaan  (dispepsia).
  • Gangguan absorpsi makanan pada anak, kurang gizi (malnutrisi).
  • Radang hati (hepatitis infectiosa).
  • Radang susukan napas (brokhitis).
  • Jantung mengipas/berdebar keras (palpitasi).
  • TBC (tuberkulosa).
  • Cacingan.
  • Sembelit (konstipasi).
  • Kencing  infeksi (gonorrhea).
  • Beri-beri, busung air.
  • Kapalan (klavus).
  • Telapak kaki abuh dan pecah-pecah.
  • Sakit gigi berlubang .
  • Tertusuk duri, tulang atau terkena pecahan beling.
  • Bisul (furunculus), patek (frambusia).
  • Benjolan keras (tumor).
  • Dan lain-lain.

Dosis Pemakain
  1. Pemakain luar : daun atau kulit batang dihaluskan, dibubuhkan ke tempat yang sakit atau getah dioleskan.
  2. Pemakaian dalam (minum) : 10-15 gram bunga, direbus lalu airnya diminum.

Pemakaian Luar
  1. Gigi berlubang : beberapa tetes getah kamboja dilumaskan pada kapas, dipakai untuk menutup gigi yang berlubang. Hati-hati jangan terkena gigi yang sehat.
  2. Telapak kaki abuh dan pecah-pecah : sepotong kulit kamboja digodok dengan tiga liter air sampai mendidih, hangat-hangat dipakai untuk merendam kaki yang sakit.
  3. Tertusuk duri, tulang ikan, atau pecahan kaca : oleskan getah kamboja ke kepingan yang sakit, maka benda yang masuk akan keluar.
  4. Kapalan (klavus) : setiap hari diteteskan getah kamboja hingga sembuh.
  5. Kudis (skabies) : 50 gram kulit batang kamboja dicuci bersih, sambiloto segar (androraphis paniculata Nees.) dan ditumbuk halus, campur dengan 1 sendok makan minyak kelapa, didihkan dengan 100 cc air selama 5 menit kemudian dinginkan dan oleskan pada pecahan kulit yang sakit 2-3 kali sehari.
  6. Busung air, patek (frambusia) : 3 ukuran telapak tangan kulit kamboja dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 20 liter air higienis hingga mendidih selama 15 menit . Air rebusannya untuk mandi, berendam, dan  bersiram. Lakukan 1 sampai 2 kali sehari .
  7. Bisul (furunculus) : Daun kamboja dicuci higienis lalu dipanaskan hingga lemas, oleskan minyak kelapa kemudian ditempelkan pada bisul ; Atau beberapa tetes getah batang kamboja dioleskan langsung pada bisulnya. Lakukan 2 kali sehari.
  8. Benjolan-benjolan di tubuh : kulit kayu digiling halus, tambahkan air secukupnya hingga seolah-olah bubur, kemudian ditempelkan ke potongan badan yang ada benjolan-benjolan.

Pemakain Dalam :
  1. Disentri, diare karena panas dalam : 12-24 gram bunga kamboja kering dan direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum.
  2. Busung air : 6 jari kulit batang kamboja dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, sesudah hambar disaring lalu diminum.
  3. Beri-beri : 2 jari kulit kamboja, 1 jari kulit pulai (Alstonia scholaris R.Br.), 2 butir bawang merah (Allium cepa L.), 1 sendok teh adas (Foeniculum vulgare Mill.), 1 jari pulasari (Alyxia rein-wardtii Bl.), 3 jari gula enau ( Arangea pinnata Merr.), dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. setelah acuh taacuh disaring lalu diminum untuk 3 kali sehari, setiap kali 100 cc.
  4. Jantung mengipas/berdebar (palpitasi) : 1 jari kulit kamboja, 10 butir biji teratai (Nelumbium nelumbo Druce.) 15 gram daun prasman segar (Eupatorium triplinerve Vahl.), 1/2 sendok teh adas (Foeniculum vulgare Mill.), dan 2 butir bawang merah (Allium cepa L.), dicuci kemudian direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. sehabis dingin disaring kemudian airnya diminum untuk 2 kali sehari, setiap kali 200 cc.
  5. TBC (tuberkulosa) : 75 gram kulit kamboja, 50 gram kulit batang pepaya (Carica papaya L.), 50 gram pohon kulit pulai (Alstonia scholaris R.Br.), 10 gram pegagan (Centella asiatica [L.] Urban.) dan 15 gram kencur (Kaempferia galanga L.). Semua bahan ditumbuk halus menjadi satu, direbus dengan 1000 cc air hingga tersisa 600 cc, kemudian diminum untuk tiga kali sehari, setiap kali 200 cc.
  6. Kencing bengkak (gonorhoea) : 3 jari kulit kamboja dan 30 gram daun sambiloto segar (Andrographis Paniculata Nees.) direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.

Catatan
Setiap pengobatan dilakukan secara teratur, untuk penyakit yang berat tetap konsultasikan ke dokter.

Kunjungi tanaman berkhasiat obat yang lain di Macam tumbuhan memiliki kegunaan Obat


Tampilkan Komentar