Manfaat tanaman Bunga Pagoda

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Juli 10, 2019
Bunga pagoda/Clerodendrum (Thunb.) Sweet.
Bunga pagodaClerodendrum (Thunb.) Sweet.
Bunga pagoda/Clerodendrum (Thunb.) Sweet. biasa ditanam di taman-taman, pinggir jalan raya, atau di pekarangan sebagai tanaman hias. Perdu meranggas, tinggi 1-3 m. Batangnya penuh dengan rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan, panjang mampu mencapai 30 cm. Bunga beragam yang terdiri atas bunga kecil-kecil yang berkumpul menjadi bentuk piramid, warnanya merah, keluar dari ujung tangkai. Buahnya lingkaran.

Familia : Verbenaceae.

Sinonim : Clerodendrum Kaempferi (Jacq.) Sleb. = Clerodendrum paniculatum L. = Volkameria javonica Thunb.

Nama abnormal
Bai jek hong (T), iginga, kasopangil, laron anito (F), pepanggil (M), pagoda flower (I).

Sifat Kimiawi dan dampak Farmakologis
  • Akar : pahit, cuek, memiliki kegunaan sebagai antiradang (antiinflamasi), peluruh kencing (diuretik), menghilangkan abuh (antiswelling), dan pembekuan darah.
  • Daun : anggun, asam, agak kelat, netral, berguna sebagai antiradang (antiinflamasi).
  • Bunga : manis, hangat.
Bagian yang dipakai
Akar, bunga, batang, dan daun dikeringkan.

Kegunaan
1. Akar
  • Sakit pinggang (lumbago), ngilu pada rematik
  • Luka terpukul
  • TBC paru yang disertai batuk
  • Batuk darah (hemoptysis)
  • Selalu buang air kecil (beser)
  • Disentri
  • Kanker jalan masuk pencernaan
  • Wasir (hemorrhoidas)
  • Hernia
  • Susah tidur (insomnia)
  • dan lain-lain
2. Daun
  • Bisul (furunculus), koreng
  • Luka terpukul, radang kulit
  • dan lain-lain
3. Bunga
  • Kurang darah (anemia)
  • Keputihan (leucorrhea)
  • Wasir (hemorrhoids)
  • Hernia
  • Sakit pinggang (lumbago)
  • Susah tidur (insomnia)
  • Migrain
  • dan lain-lain
Dosis Pemakaian
  1. Pemakaian dalam (minum) : 30-90 gram akar direbus atau dijadikan bubuk atau 30-90 gram bunga direbus, lalu airnya diminum.
  2. Pemakaian luar : daun atau bunga segar dihaluskan kemudian ditempelkan pada potongan yang sakit.
Pemakaian Luar
  1. Koreng, infeksi (furunculus), radang kulit : daun segar bunga pagoda dicuci higienis dihaluskan tambahkan madu secukupnya lalu ditempelkan pada serpihan yang sakit.
Pemakaian Dalam
  1. Wasir berdarah (hemorhoids) : Tutorial pertama 60 gram bunga atau akar bunga pagoda, dimasak dengan 200 gram usus sapi, setelah matang airnya diminum dan dagingnya dimakan. Cara kedua 15-30 gram bunga atau akar bunga pagoda, 60 gram daging daun pengecap buaya (Aloe vera L.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200cc kemudian disaring dan airnya diminum.
  2. Hernia : 9 gram bunga atau akar kering bunga pagoda, 3 butir kapulaga (Amomum cardamomum Willd.), 5 gram cengkeh (Eugenia aromatica O.K.), 5 gram kayu bagus (Cinnamomum burmani Bl.), giling semuanya sampai halus lalu diseduh dengan air panas secukupnya, tambahkan madu atau gula, diminum untuk satu kali pemakaian. Lakukan 1-2 kali sehari.
  3. Sering buang air kecil (beser) : 30 gram akar bunga pagoda, 15 butir ginkgo biloba (pak ko), 1-2 ons iga sapi, direbus dengan air secukupnya hingga iga sapi matang, kemudian airnya diminum dan iga sapinya dimakan.
  4. Keputihan (leucorrhea) : 15 gram bunga pagoda, 20 gram kulit delima kering (Punica granatum L.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan airnya diminum.
  5. Sakit pinggang (lumbago) : 30-60 gram bunga pagoda, 10 gram jahe merah (Zingiber officinale Rosc.), tambahkan gula merah secukupnya, direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, kemudian disaring dan airnya diminum.
  6. Rematik : 30-60 gram akar bunga pagoda, 15 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), 70 gram pengecap buaya (Aloe vera L.) yang telah dikupas kulitnya, direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 400 cc, kemudian disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.
  7. Susah tidur (insomnia) : bunga atau akar bunga pagoda dijadikan abu, 15 gram jahe Zingiber officinale Rosc.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian disaring dan diminum sebelum tidur.
  8. Migrain : 15 gram bunga pagoda, 5 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.), 70 gram daun pengecap buaya (Aloe vera L.), yang telah dikupas kulitnya, direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring kemudian diminum.
  9. Kanker jalan masuk pencernaan : 60 gram akar bunga pagoda, 60 gram rumput mutiara (Oldenlandia corymbosa [L.] Lamk.), direbus dengan 1 liter air sampai tersisa 300 cc, disaring lalu diminum pelan-pelan.
  10. TBC paru, batuk darah (hemoptysis) : 30-90 gram akar bunga pagoda, 15 gram pahap/umbi bunga lili (Lilium Sp.) direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian disaring dan diminum airnya.
Catatan
Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius atau berat disarankan tetap konsultasikan ke dokter.

Kunjungi tanaman memiliki kegunaan obat yang lain di Macam tanaman berkhasiat Obat


Tampilkan Komentar