Bahaya abses Air Ketuban pada Ibu Hamil dan Bayi

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Juli 11, 2019
Infeksi Cairan Ketuban
Infeksi Air Ketuban disebabkan lantaran kuman, yang mampu masuk dari tempat v*gina, Anus, Dubur lalu masuk ke rahim Ibu Hamil. Adapun bakteri yang sering menjadi peyebab nanah Air Ketuban adalah bakteri E. coli, kelompok kuman streptokokus B, dan bakteri anaerob.

Infeksi Air Ketuban atau sering juga disebut Chorioamnionitis mampu terjadi pada 1-2% Ibu Hamil. Dan Ibu Hamil yang mengalami Chorioamnionitis harus melahirkan bayi dengan segera, lantaran mampu menyebabkan kelahiran prematur serta bengkak serius pada ibu dan janin.

Kondisi Berisiko infeksi Air Ketuban

Infeksi Cairan Ketuban lebih sering terjadi pada Ibu Hamil yang pernah mengalami kebocoran ketuban dini, Selaput janin pecah (air ketuban rusak) dalam jangka waktu lama, Ibu Hamil berusia kurang dari 21 tahun, Kehamilan pertama, Proses kelahiran berlangsung dalam waktu yang lama, Ibu Hamil menjalani pemeriksaan v*g*na ketika persalinan, Mengalami jerawat menular s*ksual dan pada Ibu Hamil yang mengalami pemantauan kondisi janin atau rahim yang berlebihan

Tanda-Tanda infeksi Air Ketuban

Chorioamnionitis atau infeksi Caira Ketuban tidak selalu memperlihatkan tanda-tanda, namun beberapa ibu hamil dengan chorioamnionitis mampu saja mengalami tanda-tanda-gejala seolah-olah di bawah ini.
  • Demam,
  • Jantung Berdebar (takikardia),
  • Keluar keringat berlebihan,
  • Rahim menjadi lebih lunak jikalau disentuh,
  • Ibu Hamil mengalami keputihan dengan warna yang tidak biasa dan basi yang tidak sedap,
Komplikasi akhir infeksi Pada Cairan Ketuban

Chorioamnionitis atau bisul Air Ketuban mampu menimbulkan komplikasi, terutama apabila ibu hamil yang mengalami ciri-ciri diatas, tidak segera memeriksakannya ke dokter. Adapun Kompikasi yang dimaksud seakan-akan:
  • Bakteremia, nanah dalam fatwa darah yang dapat menimbulkan sepsis yang nyawa ibu.
  • Endometritis atau jerawat pada endometrium (lapisan rahim),
  • Terjadi pembekuan darah di kawasan panggul dan paru-paru Ibu Hamil,
  • Ibu Hamil mengalami perdarahan berat selama persalinan,
  • Kelahiran caesar,
  • Terjadi bisul pada bayi karena Cairan Ketuban telah mengandung kuman.
Bahaya bengkak Cairan ketuban terhadap Bayi

Bayi yang dilahirkan dari ibu yang mengalami chorioamnionitis bisa mengalami komplikasi dari abses basil. Adapun efek samping bayi keracunan air ketuban diataranya ialah:
  • Sepsis atau infeksi pada darah bayi,
  • Meningitis atau abses pada selaput otak dan sumsum tulang belakang bayi,
  • Pneumonia atau jerawat pada paru-paru pada,
  • Bakteremia, yang lebih sering terjadi pada bayi prematur,
  • Kejang,
  • Cerebral palsy,
  • Kematian pada bayi,
Penanganan infeksi Pada Cairan Ketuban

Apabila ibu hamil mengalami tanda-tanda chorioamnionitis, seperti takikardia, demam, atau keputihan yang tidak biasa, sebaiknya segera melaksanakan periksakan ke dokter dan melakukan USG. ketika pemeriksaan dokter akan melakukan tes amniosentesis atau tes darah untuk memastikan apakah Anda mengalami chorioamnionitis atau tidak.

Apabila positif, lalu dokter akan mempertimbangkan apakah Janin harus dilahirkan segera atau tidak. Untuk bengkak yang belum seriub Ibu Hamil akan diberikan antibiotik untuk menghilangkan kuman penyebab chorioamnionitis. Namun apabila infeksi sudah sangat serius dan mampu membahayakan keselamatan janin di dalam kandungan, maka bayi harus segera dilahirkan. sesudah bayi lahir, Ibu dan bayi akan diberi antibiotik biar abses yang disebabkan oleh basil bisa dihilangkan.

Ringkasan:
  • Infeksi Air Ketuban disebabkan lantaran kuman, yang mampu masuk melalui v*gina, Anus, Dubur,
  • Bakteri yang sering menjadi penyabab nanah Air Ketuban yaitu bakteri E. coli, kelompok kuman streptokokus B, dan basil anaerob,
  • Ciri Ibu Hamil mengalami infeksi Cairan Ketuban seperti: demam, Jantung Bedebar, Berkeringat, dan Keputihan parah.

Tampilkan Komentar