Seputar pengaruh genetika terhadap tinggi badan

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Oktober 19, 2018
Tubuh yang tinggi dan ideal merupakan idaman semua orang. Namun, ada sebagian orang yang tidak mendapatkan tubuh yang tinggi karena genetika dari orang tua nya tidak tinggi. Apakah benar genetika berpengaruh terhadap tinggi badan ? Berikut pembahasan Seputar Pengaruh Genetika Terhadap Tinggi Badan

Mungkin kita sering mendengar ucapan “Wajar saja kalian bertubuh pendek, karena bapak ibumu juga orangnya kecil, jadi kalian memang keturunan pendek”. Banyak orang yang meyakini bahwa tinggi badan dikarenakan oleh faktor keturunan (genetika)

Penelitian dari Genetic Investigation of Anthropometric Traits (GIANT) Consortium, Boston, Amerika yang dilsayakan baru-baru ini memberikan perkembangan kajian di kalangan peneliti biologi tinggi badan. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Genetics pada awal Oktober 2014 itu menterangkan bahwa faktor genetika mempengaruhi tinggi badan sebesar 20%.

Seputar Pengaruh Genetika Terhadap Tinggi Badan. Para peneliti GIANT, yang berjumlah ratusan, menganalisis data dari 252.288 genom insan. Mereka memeriksa sekitar dua juta varian umum. Kemudian jumlah tersebut mengerucut menjadi 697 (dalam 424 wilayah gen) yang terkait dengan tinggi badan.

Penelitian para ahli tersebut menjadi bukti bahwa memang ada pengaruh genetika terhadap tinggi badan, akan tetapi hanya 20%  saja. Kenyataanya banyak anak yang tumbuh tinggi, padahal orangtuanya pendek semua. Genetik memang mempengaruhi tinggi badan seseorang, akan tetapi ada faktor lain yang sangat kuat mempengaruhi ialah nutrisi, hormon, lingkungan dan aktivitas fisik. Pendeknya orangtua juga belum tentu karena secara genetik pendek, sangat mungkin pendeknya orangtua-orangtua kita terjadi karena dulunya pernah mengalami kurang gizi ketika masa pertumbuhan.

Kita mungkin sering mendengar cerita dari para orangtua atau kakek nenek yang dilahirkan pada masa penjajahan dengan kondisi ekonomi yang sulit akan tetapi bersaudara banyak. Keluarga harus menghemat apapun termasuk makanan agar dapat bertahan hidup. Jika keluarga itu punya satu butir telur misalnya akan dibagi sejumlah anggota keluarga yang ada. Seiring berjalannya waktu, kehidupan ekonomi semakin membaik sehingga generasi selanjutnya mendapatkan gizi dan nutrisi yang lebih baik sehingga kita bisa melihat bahwa tinggi badan kita lebih tinggi dibanding orang tua dan nenek kita.

Faktor nutrisi justru sangat mempengaruhi pertumbuhan dibandingkan faktor lainnya. Bangsa Jepang, misalnya, ketika  Jepang menjadi negara maju, rata-rata tinggi badannya sudah berubah. Potensi genetik bila ditambah dengan faktor gizi dan lingkungan yang baik mirip yang dialami bangsa Jepang, hasilnya akan positif. Ini penting agar kita tetap berusaha untuk memperbaiki asupan nutrisi anak-anak kita.

Beberapa nutrisi peninggi badan yang penting untuk dikonsumsi anak anak dalam pertumbuhan merupakan kalsium, protein, zinc serta banyak sekali macam aneka mineral lainnya. Sumber kalsium alami yang disarankan merupakan dengan konsumsi susu, keju, yogurt, gandum, kacang merah, ikan salmon, ikan sarden, dan aneka biji bijian lainnya. Dengan mencukupi nutrisi yang lebih baik tinggi badan yang lebih baik juga akan didapatkan oleh anak anak dalam masa pertumbuhan.

Tampilkan Komentar