4 Manfaat Daun Cemplonan Atau Randa Nunut Untuk Kesehatan (Tips)

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Oktober 25, 2017
Cemplonan merupakan tanaman herba yang hidup menahun dan memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan. Daunnya yang memiliki tekstur halus dan lembut ini ternyata berkhasiat untuk mengobati sejumlah penyakit dan kasus kesehatan. Mungkin anda akan terpesona saat melihat bunganya yang mungil dan manis. Di balik daya tarik tumbuhan ini, tersimpan khasiat untuk pengobatan.

Manfaat Daun Cemplonan Atau Randa Nunut Untuk Kesehatan
Nama ilmiah dari cemplonan adalah Drymaria diandra atau Drymaria cordata, tergolong dalam keluarga Caryophyllaceae. Cemplonan dalam bahasa Jawa disebut randa nunut. Nama lain dari tanaman ini seperti rekere nindu, sirempas bide, jakut ibun, piti-piti, angling, dan kantingan.

Ciri-ciri daun cemplonan

Randa nunut memiliki batang pohon yang menjalar, merambat hingga mencapai 1 meter dengan warna hijau. Daunnya mempunyai permukaan berwarna hijau kebiruan, dengan lapisan lilin yang halus.

Bunga cemplonan berbentuk payung, dengan kelopak menyerupai corong yang bercangap. Mahkota bunga bentuknya menyerupai bintang, dengan warna putih.

Buah cemplonan berbentuk lonjong, diselimuti oleh selaput buah dan warnanya hijau. Biji tumbuhan berwarna hitam, berbentuk lingkaran dan kecil. Sedangkan akar tumbuhan berwarna putih.

Kandungan cemplonan

Zat kimia yang diketahui terdapat dalam tumbuhan cemplonan seakan-akan polifenol dan alkaaloida. Cemplonan mempunyai pengaruh farmakologis seakan-akan anti piretik (penurun demam) dan obat urus-urus.


Manfaat Daun Cemplonan Atau Randa Nunut Untuk Kesehatan


Beberapa senyawa penting yang ada dalam cemplonan, memiliki kegunaan untuk mengatasi perkara kesehatan dan penyakit tertentu. Berikut manfaat dan khasiat daun cemplonan sebagai tanaman obat:

1. Mengobati bengkak


Bisul nakal yang tidak sembuh dalam waktu lama dapat diobati dengan obat tradisional. Caranya mudah, petik segenggam daun randa nunut. Cuci kemudian tumbuk daunnya hingga airnya keluar. Balurkan ramuan ini pada abses di kulit anda. Biarkan selama 30 menit, kemudian cuci dengan air hangat. Lakukan pengobatan ini di pagi dan malam hari.

2. Sebagai obat urus-urus

Kesehatan badan dimulai dari sistem pencernaan yang sehat. Karena semua kuliner yang masuk ke dalam tubuh akan melewati akses cerna, sebelum diproses lebih lanjut. Nah, daun cemplonan dapat digunakan untuk membersihkan kanal cerna. Caranya, siapkan 25 gram daun cemplonan yang masih segar. Cuci daun ini dengan air mengalir, kemudian tumbuk. Peras dan saring untuk mengambil sarinya, minum airnya dengan segera.

3. Mengatasi herpes

Penyakit herpes tentu sangat mengganggu penderita. Upaya untuk mencegahnya dengan menjaga kebersihan badan setiap hari. Untuk mengobati herpes secara tradisional, gunakan cemplonan.

Cabut tumbuhan randa nunut beserta akarnya, kemudian basuh dengan air yang mengalir sampai higienis. Tumbuk hingga lembut, tambahkan nasi yang belum bau. Tumbuk lagi kedua bahan ini, kemudian dibentuk bundar. Bungkus memakai plastik, masukkan ke dalam lemari es.

Setiap simpulan mandi, ambil sedikit gabungan tadi kemudian tempelkan pada kulit yang bermasalah. Balut dengan kain kasa, biarkan sampai kering dengan sendirinya. Lakukan perawatan ini, 3 kali dalam sehari. Ulangi setiap hari, hingga sembuh.

4. Menurunkan panas dan demam

Sifat antipiretik dalam daun randa nunut pengaruhtif untuk meredakan demam pada anak. Caranya, sediakan 20 gram pucuk daun cemplonan. Cuci dengan air higienis, tumbuk hingga lumat. Peras kemudian saring, untuk mendapatkan airnya. Minum airnya untuk mengatasi demam secara alami.

Budidaya tumbuhan randa nunut mampu dilakukan dengan metode stek batang atau anakan. Jaga kelembaban tanah dengan menyiraminya setiap hari. Berikan pupuk organik, jika anda ingin menggunakannya sebagai tanaman obat.

Nah, itulah manfaat daun cemplonan atau randa nunut untuk kesehatan. Tidak salah, kalau anda mulai mencoba menanamnya di sekitar rumah. Simak juga: 13 Manfaat Daun Puring Untuk Kesehatan Tubuh Kita. Semoga menambah pengetahuan kita di dunia pengobatan tradisional.


Tampilkan Komentar