7 Nutrisi Untuk Menajamkan Pendengaran (Tips)

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Juli 06, 2017
Fungsi pendengaran mampu menurun seiring perubahan usia. Ironisnya, telinga yang mengalami gangguan pendengaran akan berdampak buruk pada banyak sekali situasi. Telinga yang tidak mampu mendengar dengan baik, akan menimbulkan kasus komunikasi. Dunia ialah kawasan yang sunyi bagi orang tuli.

pendengaran
Gambaran di atas berlaku bagi penderita gangguan telinga yang cukup parah. Setidaknya, itulah fakta yang cukup menyedihkan dan semua orang tidak ingin mengalaminya.

Gangguan pada telinga atau adanya nanah mampu berakibat pendengaran menurun, dan banyak lagi faktor yang lain. Salah satu faktor penting dalam kesehatan pendengaran yaitu nutrisi untuk indera pendengaran. Jaringan indera pendengaran membutuhkan nutrisi semoga mampu berjalan dengan optimal. Nah, apa saja nutrisi yang sanggup menajamkan pendengaran?


7 Nutrisi untuk Menajamkan Pendengaran


Beberapa jenis kuliner mengandung nutrisi, yang penting untuk mencegah pengapuran pada pendengaran. Pendengaran yang tajam juga membutuhkan asupan yang diperoleh dari kombinasi vitamin. Berikut ini nutrisi yang harus dipenuhi untuk menunjang kesehatan pendengaran:

1. Asam Folat

Makanan yang kaya akan asam folat memegang peranan dalam regenerasi sel, meningkatkan pedoman darah ke dalam telinga, dan menekan produksi homocysteine yang sering memicu hilangnya pendengaran.

Sumber asam folat banyak terdapat pada asparagus, hati sapi, brokoli, kacang polong, alpukat, stroberi, dan letus. Baca juga: 7 Manfaat Asam Folat Bagi Tubuh Yang Paling Penting

2. Vitamin D

Defisiensi vitamin D dapat menyebabkan osteopenia, yaitu pengerasan pada tulang di potongan indera pendengaran sehingga terbentuk pori. Gangguan ini dapat menyebabkan gangguan fatal seakan-akan tuli. Vitamin D berperan untuk membantu proses perembesan kalsium bagi tulang. Vitamin D dapat diperoleh dari sinar matahari pagi, minyak ikan, makarel, minyak ikan cod, salmon, hati, ikan tuna, dan kuning telur.

3. Kalium


Kalium merupakan mineral penting yang diharapkan untuk ketajaman pendengaran. Mineral ini berperan dalam meningkatkan sirkulasi darah, termasuk pada jaringan indera pendengaran. Sumber kalium banyak ditemukan pada aprikot, pisang, bayam, kentang, tomat, kismis, dan yogurt.

4. Magnesium

Nutrisi yang juga penting untuk menjaga fungsi telinga ialah magnesium. Mineral ini sanggup melindungi telinga dari suara yang terlalu keras. Defisiensi magnesium mampu berakibat penyusutan pada pembuluh darah di bagian indera pendengaran. Dampak lainnya ialah oksigen sulit untuk masuk ke dalam pembuluh indera pendengaran, sehingga dapat mengakibatkan tuli. Sumber magnesium dapat diperoleh dari kuliner sehat seakan-akan pisang, bayam, kentang, dan brokoli.

5. Omega-3

Asam lemak omega 3 sangat memiliki kegunaan untuk menjaga fungsi otak dikala mendengar dengan indera pendengaran. Omega3 bermanfaat untuk mencegah peradangan dan membantu dalam pengiriman sinyal dari otak ke indera pendengaran. Sumber omega3 banyak terdapat pada ikan, kenari, udang, biji rami, kedelai, dan kembang kol.

6. Zinc

Zinc adalah salah satu mineral yang turut andil dalam menjaga sistem imunitas. Defisiensi zinc mampu meningkatkan risiko bengkak pada pendengaran. Mineral ini mampu ditemukan pada almond, kacang mete, lentil, kacang polong, cokelat hitam, kacang tanah, tiram, ayam, dan daging sapi.

7. Mangan

Mangan ialah mineral penting yang juga berfungsi untuk menjaga pendengaran. Mineral ini berguna untuk mencegah gangguan pada sistem pusat saraf, ketika otak melakukan koordinasi dengan telinga. Makanan yang mengangung banyak mangan seperti apel, nanas, alpukat, aprikot, kacang-kacangan, kismis, kuning telur, dan seledri.

Nah, itulah 7 nutrisi yang mampu menajamkan pendengaran. Dengan asupan nutrisi yang memadai dan teladan hidup sehat, akan menjaga fungsi pendengaran sehingga menjadi lebih tajam. Simak juga 9 Penyebab Pendengaran Berkurang Dan Cara Mengatasi. Semoga membantu anda yang mengalami masalah pendengaran. Jika penyakit indera pendengaran yang anda derita cukup parah, sebaiknya konsultasi dengan dokter spesialis THT.

Tampilkan Komentar