5 Bahaya Makan Terlalu Cepat Bagi Kesehatan (Tips)

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Juli 09, 2017
Risiko makan terlalu cepat sering dialami oleh orang yang memiliki kegiatan harian yang super padat. Sarapan dan makan malam seharusnya menjadi momen yang mengasyikkan bagi kita, apalagi kegiatan ini dilakukan bersama keluarga atau sahabat akrab. Namun, situasi sangat berbeda jika anda tidak memiliki waktu luang. Sehingga anda mengunyah makanan dengan cepat.

makan-cepat
Sebelum masuk ke dalam sistem pencernaan di perut, kuliner harus dikunyah dalam verbal dengan lembut. Tujuannya untuk meringankan kinerja pencernaan serpihan dalam. Makan terlalu cepat dan terburu-buru dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Kaprikornus semakin lembut kuliner dikunyah, maka usus lebih mudah untuk menyerap nutrisi di dalamnya.

Nutrisi dalam kuliner akan diubah menjadi energi dan kebutuhan tubuh yang lain. Jadi perkaranya di sini, bukanlah seberapa banyak makanan yang sanggup anda telan tapi bagaimana verbal mengunyah makanan tersebut. Sedikit makanan yang dikunyah dengan lembut, lebih baik daripada makan terlalu banyak yang dilakukan dengan tergesa-gesa.


5 Bahaya Makan Terlalu Cepat Bagi Kesehatan


Kenapa kuliner harus dikunyah dengan pelan? Apa saja pengaruh jelek balasan makan dengan tergesa-gesa? Mungkin anda mengira bahwa makan terlalu cepat akan menimbulkan kesan rakus. Ya, ada benarnya memang. Tetapi bukan itu, alasan yang melarang cara makan super cepat. Berikut imbas buruk akibat mengunyah kuliner dengan tergesa-gesa:

1. Organ Pencernaan bekerja lebih berat


Usus dan organ pencernaan lainnya akan memproses kuliner yang masuk melalui lisan, sebelum nutrisi disalurkan ke seluruh jaringan tubuh. Jika kuliner tidak hancurkan di mulut dengan optimal, tentu saja organ pencernaan akan bekerja dua kali lebih keras.

2. Gangguan Pencernaan

Mengunyah makanan sampai lembut, akan memudahkan proses pencernaan kuliner. Selain itu, akan meminimalisir udara yang ikut tertelan. Udara yang tertelan dalam jumlah banyak dapat menyebabkan sfingter esofagus membuka lebar, dan asam perut akan naik mencapai dada atau tenggorokan. Gangguan pencernaan yang ringan seolah-olah mulas, perut kembung, nyeri, dll. Pada sebagian kasus, gangguan pada sistem pencernaan ini mampu berakibat serangan jantung. Nah, cukup mengerikan bukan?

3. Risiko Berat Badan Mengalami Kenaikan

Mengunyah kuliner dengan lambat mampu membantu mengontrol berat tubuh. Makan dengan pelan akan memberi waktu bagi hormon tertentu untuk mengirim sinyal kenyang ke otak. Jika anda makan dengan cepat, maka otot perut akan dipaksa untuk meregang lebih besar. Kebiasaan buruk ini dapat memicu kegemukan.

4. Risiko tersedak dan tergigit

Menelan makanan dengan ukuran besar dan tekstur berangasan, mampu menyebabkan insiden ringan seakan-akan tersedak atau lidah tergigit. Mungkin terdengar sepele, namun pengecap tergigit oleh gigi mampu menimbulkan abses pada mulut.

5. Berisiko meningkatkan Stres

Mengunyah makanan hingga lembut, akan menciptakan kita menikmati kelezatan kuliner tersebut. Sensasi hening dan senang akan dirasakan oleh otak, sehingga meredakan stres. Berbeda jika anda makan dengan cepat, maka tidak ada waktu untuk menikmati makanan. Mungkin anda akan cenderung memikirkan sesuatu yang justru menambah beban bagi fikiran.

Terakhir, makan dengan tergesa-gesa akan menimbulkan beberapa perkara yang menyangkut kesopanan dan kepribadian. Menurut anda, apa yang anda katakan saat melihat orang lain melahap makanan di restoran dengan sangat cepat dan terburu-buru? Apa reaksi anda saat melihat seseorang dengan mulut belepotan dan banyak makanan yang berceceran di sekitar piringnya? Tentu pemandangan tersebut sangat menyebalkan.

Nah, itulah 5 Bahaya balasan makan terlalu cepat bagi kesehatan. Cara makan ternyata menunjukkan pribadi seseorang dan mempengaruhi kesehatan tubuh. Mulailah makan dengan perlahan dan hati-hati. Hindari 18 Kebiasaan Buruk Yang Merusak Otak. Kebiasaan makan yang baik merupakan salah satu potongan dari cara hidup sehat.

Tampilkan Komentar