4 Bahaya Kekurangan Kalium Bagi Tubuh Dan Tanda-Tandanya (Tips)

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Juli 08, 2017
Kalium ialah elektrolit yang mempunyai peran sangat penting di dalam tubuh. Kalium dibutuhkan dalam banyak sekali reaksi kimia, termasuk pembentukan enzim yang terjadi di dalam tubuh. Seluruh fungsi jaringan dalam badan memerlukan kalium, semoga berjalan dengan baik. Bahkan, kontraksi jantung dan otot akan menjadi optimal dengan adanya mineral ini.

akibat-kurang-kalium
Kalium juga diperlukan untuk menunjang transmisi saraf, menjaga tekanan darah, mengubah glukosa menjadi glikogen, dan mengedarkan nutrisi. Kalium merupakan diuretik alami yang mampu membuang natrium berlebih dalam tubuh melalui urin. Kalium berguna untuk menjaga keseimbangan cairan dan keasaman badan.

Sumber kalium berasal dari beberapa jenis kuliner termasuk sayur, buah, kacang-kacangan, ikan, dan produk susu. Jumlah kalium yang memadai, harus seimbang dengan kadar magnesium dan natrium di dalam tubuh. Kadar kalium hanya sebesar 5% dari keseluruhan mineral yang ada di dalam tubuh. Kalium yang berlebih akan dibuang melalui ginjal.


4 Bahaya Kekurangan Kalium Bagi Tubuh Dan Tanda-Tandanya


Defisiensi kalium terjadi saat tubuh gagal dalam mempertahankan kadar kalium yang dibutuhkan. Kadar kalium dalam darah dianggap normal, jika berkisar antara 3,6 hingga 5,2 mmol/ L. Jika tingkat kalium di bawah 2,5 mmol/ L, maka dianggap sebagai defisiensi kalium yang harus menerima tindakan medis dengan segera.

Kekurangan kalium mampu menimbulkan dampak jelek bagi tubuh, mulai gangguan ringan hingga berat. Beberapa penyakit akibat kekurangan kalium dalam tubuh seakan-akan berikut:

1. Hipokalemia


Jumlah kalium dalam darah yang terlalu rendah disebut hipokalemia. Kondisi ini sering berakibat rusaknya fungsi saraf, sel badan, dan otot. Bahkan, pada sebagian kasus hipokalemia dapat menimbulkan gangguan pada otot jantung.

2. Diabetes Ketoasidosis

Akibat kekurangan kalium juga mampu mengakibatkan penyakit yang disebut diabetes ketoasidosis, yaitu diabetes kompleks yang disebabkan produksi keton berlebihan. Kondisi ini dipicu oleh jumlah insulin yang diproduksi oleh badan tidak memadai. Sehingga tubuh akan memperabukan lemak sebagai bakar yang digunakan untuk proses metabolisme, yang pada risikonya menimbulkan banyak keton dalam darah.

3. Penyakit Gagal Ginjal

Penyakit ini disebabkan fungsi ginjal yang terganggu, sehingga tidak mampu melaksanakan tugasnya. Gagal ginjal akan menyebabkan darah mengandung banyak cairan yang selanjutnya dikeluarkan melalui urin. Untuk menangani perkara ini dibutuhkan tindakan medis, seolah-olah cuci darah (dialisis) atau transplantasi ginjal. Pencangkokan ginjal bertujuan untuk mencegah komplikasi lanjutan.

4. Diare

Diare ialah gangguan pencernaan dimana feses menjadi sangat cair, dan menimbulkan rasa mulas secara terus menerus. Diare memang dapat dialami oleh semua orang. Namun, kadar kalium dalam darah yang terlalu rendah dapat juga menimbulkan komplikasi berupa diare.


Penyebab Kekurangan Kalium


Tubuh membutuhkan sekitar 4.700 mg kalium per hari. Namun, banyak orang sulit untuk memenuhi jumlah ini. Berikut ini beberapa penyebab kekurangan kalsium:

Pola Makan buruk

Mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung natrium juga dapat menurunkan kadar kalium dalam darah. Proses mengolah makanan juga dapat menghilangkan kalium.

Gangguan Makan

Kekurangan kalium mampu disebabkan oleh gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia. Anoreksia tidak hanya menyebabkan defisiensi kalium, tapi juga kekurangan vitamin dan mineral. Muntah berlebihan pada bulimia menciptakan badan tidak dapat menyerap kalium dengan baik.

Dampak Penyakit tertentu

Beberapa penyakit juga mampu mengganggu proses peresapan kalium, seolah-olah hipertiroidisme yang menyebabkan jumlah mineral dalam badan menjadi tidak seimbang. Penyakit lain yang dapat memicu defisiensi kalium seolah-olah anemia, dan gangguan kortisol dalam darah.


Gejala dan tanda-tanda Kekurangan Kalium



  • Denyut jantung menjadi cepat dan keras.
  • Gangguan pada sistem pencernaan seperti perut kembung, nyeri, dan kram.
  • Bagian tubuh tertentu sering mengalami kejang dan kram otot, yang akan hilang dengan sendirinya.
  • Detak jantung sangat lambat dan seolah-olah tubuh mudah jatuh ketika berjalan.

Itulah bahaya akibat kekurangan kalium. Untuk mencegah hal ini, perbanyak mengkonsumsi makanan yang kaya kalium alami. Mineral penting ini mampu ditemukan pada pisang, alpukat, gandum, kacang- kacangan, buah kiwi, melon, mangga, jeruk, kentang, tomat, asparagus, bayam, brokoli, wortel, ikan, dan produk susu. Baca juga 12 Bahaya Begadang Bagi Kesehatan Otak Dan Tubuh. Dengan nutrisi yang seimbang, kinerja tubuh akan lebih optimal sehingga lebih sehat dan bugar.

Tampilkan Komentar