12 Penyakit Akibat Kekurangan Protein (Tips)

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Juni 09, 2017
Protein yaitu salah satu unsur penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan keseimbangan tubuh. Protein tersusun dari asam amino, welirang, fosfor, hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Hampir semua proses yang terjadi dalam jaringan tubuh melibatkan protein. Pembentukan struktur otot, rambut, ataupun kuku sangat ditentukan oleh senyawa organik ini.

12 Penyakit Akibat Kekurangan Protein
Fungsi Protein bagi tubuh

Lebih dari itu, fungsi protein di dalam tubuh termasuk juga membantu dalam pembentukan sel darah merah, molekul antibodi, enzim, dan hormon. Beberapa fungsi protein yang lain seperti di bawah ini:

  • Mengontrol metabolisme dalam tubuh.
  • Membawa oksigen ke sel darah merah.
  • Menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh.
  • Menjaga keseimbangan pH cairan dalam tubuh.
  • Memperbaiki jaringan yang rusak dan meregenerasi sel-sel dalam tubuh khususnya kulit.
  • Pembentuk otot tubuh pada abad pertumbuhan anak.

12 Penyakit Akibat Kekurangan Protein


Protein benar-benar mempunyai kiprah yang sangat esensial. Dapat kita bayangkan, bagaimana sistem dalam tubuh mampu berjalan tanpa asupan protein yang memadai? Ya, tubuh akan menjadi lebih rentan terhadap risiko penyakit. Berikut ini adalah masalah kesehatan dan penyakit akibat kekurangan protein:

1. Anemia

Protein bergabung dengan zat besi untuk membentuk sel darah merah. Kaprikornus, asupan protein yang kurang memadai tentu berakibat kurang darah (anemia).

2. Gangguan Otak


Otak adalah pusat saraf yang menentukan kemampuan berfikir, dan mengendalikan gerakan tubuh. Kekurangan protein mampu mengurangi daya fikir, kecepatan motorik, bahkan dapat berakibat stres dan depresi.

3. Sulit tidur

Insomnia mampu dipicu oleh kekurangan hormon serotonin. Kekurangan asam amino tertentu akan menyebabkan produksi serotonin menurun. Padahal asam amino ini dibuat ketika proses penguraian protein. Kaprikornus, asupan protein harian yang terlalu sedikit, akan mengakibatkan gangguan tidur. Baca: Tips Efektif Melenyapkan Insomnia Dengan Praktis.

4. Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Defisiensi protein menyebabkan produksi antibodi menurun, yang pada alhasil sistem imunitas menjadi lemah.

5. Tubuh kehilangan kekuatan

Protein sangat dibutuhkan untuk membentuk otot. Defisiensi protein akan menyebabkan anda tidak mampu mengangkat beban yang ringan.

6. Pembentukan jaringan akan menjadi sulit

Kekurangan protein akan menyulitkan tubuh untuk membangun jaringan otot. Ketika jaringan tubuh mengalami cidera atau luka, pemulihan akan sulit dilakukan oleh tubuh.

7. Edema

Edema yaitu penyakit balasan perubahan hormonal yang menyebabkan penumpukan cairan pada beberapa pecahan tubuh seakan-akan kelopak mata, tangan, dan pergelangan kaki. Bagian tubuh menjadi bengkak dan kaku akhir penumpukan cairan tersebut. Salah satu penyebab edema ialah kekurangan protein.

8. Mudah lelah

Protein membantu dalam pembentukan energi, dengan cara mengubah karbohidrat. Defisiensi protein menyebabkan energi untuk beraktivitas akan sulit didapatkan, sehingga tubuh mengalami kelelahan.

9. Gagal Hati

Kerusakan fungsi hati terjadi balasan regenerasi sel hati tidak dapat dilakukan. Faktor ynag sering menyebabkan masalah serius ini yaitu kekurangan protein. Gangguan berbahaya ini harus menerima penanganan medis.


Dampak kekurangan protein terhadap kecantikan


10. Kulit kering

Akibat kekurangan protein lainnya adalah ruam dan kulit kering. Masalah lain yang timbul adalah kulit mengelupas dan retak.

11. Rambut rontok

Protein merupakan komponen utama pada folikel rambut. Kekurangan protein dapat membuat rambut rentan mengalami kerontokan. Demikian pula, kuku akan mudah patah. Baca juga: 7 Cara Merawat Rambut Bercabang Dan Rontok Secara Alami.

12. Berat tubuh turun

Dalam proses pembentukan jaringan otot melibatkan aneka macam nutrisi termasuk protein. Tentu saja massa otot berkurang, jika asupan protein tidak memadai.


Penyakit Akibat Konsumsi Protein Berlebih


Protein memang sangat diperlukan oleh tubuh, tetapi mengkonsumsi protein terlalu berlebih ternyata berbahaya bagi kesehatan. Berikut beberapa penyakit akibat asupan protein yang berlebihan:

1. Gagal ginjal

Asupan protein yang berlebih akan membuat ginjal bekerja keras untuk membuang nitrogen yang terlalu banyak, yang pada akibatnya memicu gagal ginjal. Masalah lain yang muncul adalah asam urat, disebabkan kadar urea yang terlalu tinggi.

2. Risiko Osteoporosis

Asupan protein dengan berlebihan ternyata justru berakibat kalsium dalam tubuh mengalami penurunan. Sehingga tubuh akan mengambil kalsium dari tulang dan gigi untuk menjaga keseimbangan. Kondisi ini rentan terhadap kekeroposan pada tulang.

3. Penyakit pengasaman darah

Penyakit balasan kelebihan protein yang lain adalah pengasaman darah. Efek yang timbul ialah imunitas menurun sehingga tubuh simpel terjangkit penyakit dan sulit untuk sembuh.

Sumber protein

Makanan yang menjadi sumber protein seperti daging, telur, susu, ikan, gandum, kedelai, jamur, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Sumber lainnya dapat diperoleh dengan mengkonsumsi olahan susu dan brokoli.

Demikian penyakit balasan kekurangan protein ataupun konsumsi secara berlebih. Pelajari artikel sebelumnya tentang 5 Penyakit Akibat Kekurangan Kalsium. Jadi, setiap nutrisi mempunyai takaran tertentu yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

ilustrasi foto via webmd.com

Tampilkan Komentar