Cara Mencegah Dan Mengobati Penyakit Bisinosis

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Januari 24, 2017
Bisinosis ialah gangguan pernafasan yang disebabkan oleh paparan serat kapas. Masa inkubasi penyakit ini sekitar lima tahun, dengan tanda-tanda awal seolah-olah sesak napas dan yang berat. Kondisi lanjut mampu mengarah ke penyakit bronchitis kronis maupun emphysema. Gangguan nafas ini tergolong ke dalam penyakit pneumoconiosis yang sering ditemukan di area industri dan teknologi.

ilustrasi pekerja tekstil by theglobeandmail.com

Cara Mencegah Dan Mengobati Penyakit Bisinosis


Gejala Bisinosis

Iritasi pada terusan nafas mampu disebabkam oleh abu kapas, dengan keluhan seolah-olah batuk kering yang pada tahap awal masih bisa hilang bila pasien dijauhkan dari tempat yang penuh dengan abu kapas. Tanda-tanda lain seperti sesak nafas, batuk, meriang, pilek, dan lemah dan pilek. Gejala ini biasanya tidak terlalu berat dan akan hilang selama beberapa jam, terkadang berlangsung dalam beberapa hari.

Tahap penyakit bisinosis

Sesuai dengan gejala yang timbul, Schilling membagi bisinosis seolah-olah berikut:

Derajat C 0

Belum terdapat keluhan sesak napas.


Derajat C ½

Terkadang seolah merasakan tertekan atau timbul keluhan balasan iritasi kanal nafas keesokan harinya.

Derajat C 1

Adanya keluhan yang dirasakan pekerja setiap hari, dimulai pada keesokan hari sesudah terinfeksi.

Derajat  C 2

Timbulnya keluhan pada esok hari dan di hari lainnya.

Derajat C 3

Keluhan pada C2 disertai dengan penurunan fungsi paru-paru.

Klasifikasi bisinosis berdasarkan WHO

Derajat B 1

Penderita merasa tertekan dan keesokan harinya merasa sesak napas.

Derajat B 2

Sama dengan derajat B 1, bedanya kondisi berlanjut di hari-hari berikutnya.

Risiko bisinosis akan meningkat kalau tekstil merokok. Racun berupa tar akan berakibat penambahan lendir di paru-paru, kanal dan kantung udara di paru-paru akan kotor oleh zat iritan yang terdapat di dalamnya. Hal ini akan meningkatkan risiko terkena bisinosis.


Cara mencegah penyakit bisinosis



  • Menggunakan masker pelindung ketika berada di kawasan kerja.
  • Sebelum masker dibuka, cuci tangan sesudah pekerjaan tamat.
  • Jaga lingkungan kerja yang higienis biar terhindar dari paparan zat kimia atau debu di udara. Pada jangka panjang, paparan seolah-olah ini dapat menyebabkan kerusakan paru-paru secara permanen.

Pengobatan

Pengobatan terhadap pasien bisinosis dengan memakai kortikosteroid, bronkodilator, rehabilitasi paru, terapi olahraga dan terapi oksigen.

Penyakit sejenis dengan bisinosis

1. Asbestosis

Penyakit ini disebabkan oleh serat asbes, yang berbahan khususnya magnesium silikat.  Ditandai dengan sesak nafas dan batuk berdahak. Ujung-ujung jari pasien biasanya bertambah besar atau lebar.

2. Silikosis

Penyakit ini disebabkan oleh bubuk silica bebas (SiO2) yang terbawa ke paru-paru, kemudian mengendap di sana selama 2 sampai 4 tahun. Gejala silikosis seakan-akan sesak nafas disertai batuk, umumnya tanpa dahak. Pada tingkat lanjut, sesak nafas sangat parah sampai berakibat gagal jantung.

3. Antrakosis

Gangguan jalan masuk napas ini disebabkan oleh debu batubara, dengan waktu inkubasi sekitar 2-4 tahun. Umumnya ada adonan debu silikat, sehingga dibarengi dengan silikosis. Antrakosis dibedakan menjadi tiga jenis, seakan-akan antrakosis murni, silikoantrakosis, dan tuberkolosilikoantrakosis.

4. Beriliosis

Penyakit beriliosis diakibatkan oleh bubuk logam, termasuk logam murni, sulfat, oksida, atau halogenida. Beriliosis sering mengancam pekerja industri yang mengolah logam adonan tembaga, berilium, mangan, seng, atau pekerja pabrik fluoresen. Masa inkubasi penyakit ini selama lima tahun. Gejala penyakit seolah-olah mudah lelah, sesak napas, dan penurunan berat tubuh secara tiba-tiba. Baca juga: 9 Cara Mengobati Demam Berdarah Dengan Bahan Alami!

Timbal mampu bersifat sangat toksik. Berpotensi menyerang sistem saraf, pencernaan, fungsi ginjal dan jantung. Efek timbal terhadap belum dewasa lebih membahayakan dari orang bau tanah.

Tampilkan Komentar