Tips manajemen ASI Perah untuk Bunda yang Bekerja

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   September 12, 2016
Menyiapkan ASI Perah
Manajemen ASI Perah untuk Bunda yang Bekerja perlu dilakukan untuk menjaga kualiatas dan jumlah produksi semoga kebutuhan ASI Bayi tetap terpenuhi. Hal ini perlu dilakukan lantaran, dengan kembalinya Bunda bekerja bekerja sehabis cuti hamil bukan berarti Bunda boleh berhenti memberikan ASI kepada Buah Hati. Bunda harus menyiapkan ASI perah (ASIP) yang mampu diberikan secara bertahap oleh pengasuh saat Bunda tidak bersama si Buah Hati.

ASI Perah (ASIP) didapatkan dengan Cara memeras ASI dari p*yudara untuk kemudian ditempatkan dalam  kawasan penyimpanan untuk nantinya diberikan kepada bayi. Memeras ASI juga dibutuhkan saat p*yudara Bunda terasa penuh, namun Bunda sedang tidak bersama bayi.

Cara Memerah ASI

Bunda bisa Memerah ASI dengan pompa (manual dan pompa listrik) ataupun tangan. Pompa yang cocok dengan satu ibu belum tentu cocok untuk aba, sehingga anda mampu mencoba untuk menemukan kecocokan.

Adapun Tutorial Memeras ASI dengan tangan dilakukan dengan langkah-langkah seperti dibawah ini:
  • Mencuci tangan hingga higienis.
  • Letakan botol atau wadah yang steril di potongan bawah p*yudara untuk menampung ASI yang keluar.
  • Pijat p*yudara secara perlahan-lahan.
  • Posisikan jari-jari membentuk huruf C di sekitar areola atau serpihan gelap di sekitar p*ting. Tekan secara perlahan-lahan, namun hindari untuk menekan p*ting. Selain mengakibatkan nyeri, tekanan pada p*ting akan mengurangi kelancaran ASI.
  • Lepaskan tekanan, kemudian ulangi kembali.

Apabila fatwa ASI sudah mulai berhenti, pijat sisi lain sampai seluruh permukaan p*yudara telah terpijat. lalu lakukan pada p*yudara yang satu lagi. Begitu seterusnya sampai ASI benar-benar berhenti mengalir dan p*yudara sudah tidak terasa penuh. Diawal memerah ASI memang hanya ada sedikit yang keluar, namun apabila dilakukan secara teratur usang-kelamaan aliran ASI akan makin lancar dan lebih banyak.

Cata menyimpan ASI Perah (ASIP)

Menyimpan ASIP harus di dalam botol kaca atau plastik yang bebas Bisphenol-A (BPA) yang berisiko bagi bayi. dikala sebelum digunakan pastikan kawasan menyimpan sudah disterilkan atau minimal dicuci dengan air hangat bersih. Jangan Menyimpan ASIP dalam botol sekali pakai yang memang tidak diperuntukkan bagi pemakaian berulang. Botol-botoll khusus penyimpan ASI ini mampu dibeli di toko perlengkapan bayi atau apotek.

Untuk membawa pulang ASIP dari kantor ke rumah, botol ASIP mampu ditempatkan di dalam tas isolasi khusus atau cooler. Sedangkan ketika disimpan di dalam lemari pendingin, letakkan botol-botol ASIP tersebut pada bagian paling masbodoh, yaitu di serpihan paling belakang freezer. Mulailah mengambil persediaan ASIP diawali dari yang paling dahulu diperas, yang diketahui dengan tempelan label yang anda berikan dikala sehabis memeras ASI.

Masa Kedaluarsa ASI Perah (ASIP)

Daya tahan atau periode Kedaluarsa ASIP tergantung kepada tempat penyimpanan ASI Perah,
  • ASI mampu bertahan dalam suhu ruang sampai 4 jam.
  • Apabila disimpan dalam wadah tertutup dengan kantong es, ASIP mampu bertahan hingga 24 jam.
  • ASIP yang disimpan dalam lemari pendingin  mampu bertahan hingga 3 hari.
  • Sedangkan apabila disimpan dalam freezer dan dibekukan, ASIP bisa bertahan sampai 6 bulan.

Cara Menyiapkan ASIP sebelum diberikan ke Bayi

Saat diberikan kepada bayi, ASIP harus dalam keadaan hangat, sehingga sebelum diberikan kepada Buah Hati, botol ASIP yang disimpan dalam lemari pendingin harus ditempatkan terlebih dahulu dalam mangkok berisi air hangat dalam beberapa waktu. Untuk ASIP yang beku sebaiknya diletakan dulu di dalam ruang lemari pendingin bukan freezer 3-4 jam agar mencair. Jangan memasukkan ASIP kembali ke dalam lemari es sesudah dihangatkan, dan jangan menggunakan microwave atau merebus untuk memanaskan ASIP lantaran bisa merusak kandungan vitamin di dalam ASIP.

Jumlah ASIP yang diberikan kepada Bayi tentu meningkat sesuai dengan usia bayi, dan jumlahnya akan berangsur menurun setelah bayi mulai mengonsumsi kuliner pendamping ASI (MPASI) pada usia 6 bulan ke atas. Untuk lebih jelasnya anda mampu membaca artikel Takaran derma ASI Perah untuk Bayi 0-6 Bulan

Memberikan ASI Perah (ASIP) kepada bayi bisa dilakukan dengan botol maupun cangkir khusus bayi (cup feeder). Namun saat Bunda sudah berada bersama bayi, sebaiknya tetap berikan ASI secara eksklusif untuk merangsang kelancaran produksi ASI.

Ringkasan:
  • ASI Perah merupakan ASI yang diperas oleh Bunda dan diberikan dikala Bunda tidak bersama dengan bayi, ketika Bekerja contohnya,
  • Memarah ASI mampu dilakukan dengan tangan atau dengan pompa (manual dan pompa listrik),
  • Kebersihan media untuk memerah dan menyimpan ASI harus diperhatikan semoga kualitas ASI tetap terjaga saat diberikan kepada Buah Hati.

Tampilkan Komentar