Nyeri Menstruasi yang Tidak Normal Endometriosis

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   September 03, 2016
Nyeri Menstruasi
Nyeri Menstruasi pada masing masing perempuan akan dirasakan berbeda-beda, ada yang ringan, ada yang hingga sangat tersiksa saat siklus menstruasi tiba, namun ada juga yang tidak pernah mencicipi nyeri Haid ini. Kondisi ini tentu disebabkan oleh banyak faktor dan bisanya rasa nyeri akan berkurang sehabis seorang wanita pernah melahirkan.

Siklus Menstruasi merupakan proses luruhnya endometrium, lapisan dinding rahim. Hal ini dikarenakan setiap bulan, rahim dipersiapkan untuk kehamilan dengan menebalnya dinding rahim yang penuh suplai darah bagi pertumbuhan janin. Dan apabila kehamilan tidak terjadi, maka badan akan mengalami menstruasi. Pada dikala itu pembuluh darah terbuka, dan darah pada lapisan rahim luruh. Otot-otot rahim wanita akan berkontraksi untuk mengeluarkan darah dan jaringan.

Saat terjadi kontraksi ringan, seorang perempuan akan mengalami sensasi kram perut kepingan bawah lantaran darah akan dikeluarkan melalui rahim dan serviks sebelum melewati organ reproduksi terluar wanita. Kontraksi ini dipicu oleh hormon prostaglandin yang tinggi sehingga menciptakan nyeri kram akan semakin terasa.

Nyeri Menstruasi yang biasanya lebih kuat pada hari pertama dan kedua kurun menstruasi, lalu akan semakin berkurang sampai hari kelima. Adapun Nyeri Menstruasi yang atau dysmenorrhea dibagi menjadi primer dan sekunder. Pada jenis dysmenorrohea primer disebabkan oleh flutuasi hormonal dan seiring usia akan semakin membaik. Selain itu Obat-obatan pereda nyeri golongan parasetamol atau ibuprofen akan efektif untuk mengatasi nyeri tersebut.

Nyeri Menstruasi sekunder merupakan nyeri haid yang disebabkan oleh kelainan pada sistem reproduksi. Pada perkara ini nyeri haid akan semakin memburuk seiring bertambah usia skala. Adapun penyebab tersering Nyeri Menstruasi sekunder ialah lantaran endometriosis.

Endometriosis merupakan pertumbuhan jaringan yang mirip dengan dinding rahim (endometrium) di luar rahim. Pertumbuhan ini bisa terjadi di rahim, perut, atau area di luar rahim, misalnya paru. Nyeri lantaran endometriosis biasanya sudah dirasakan beberapa hari sebelum haid dan berlangsung lebih lama dari siklus menstruasi yang dialami. Rasa sakitnya terkadang tidak tertahankan sehingga mengganggu acara harian. Selain memicu rasa sakit, kondisi ini juga menjadi penyebab perempuan sulit hamil.

Dan untuk mengatasi Nyeri Menstruasi sekunder karena  Endometriosis biasanya ialah tunjangan obat kontrasepsi hormonal. Pada sebagian orang obat tersebut efektif mengurangi nyeri haid, dan mengembalikan kesuburan wanita.

Ringkasan:
  • Nyeri Menstruasi mampu dirasakan berat, ringan, atau bahkan beberapa wanita hampir tidak merasakan nyeri haid,
  • Nyeri Menstruasi dibagi menjadi primer dan sekunder yang pada sekunder bisa menyebabkan gangguan kesuburan wanita,
  • Nyeri Menstruasi Primer biasanya akan berkurang seiring bertambahnya usia.

Tampilkan Komentar