Mitos Menstruasi dan Fakta yang Harus Diketahui

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   September 02, 2016
Mitos Menstruasi yang dipercaya oleh masyarakat, sampai ketika ini pun masih banyak. Sebagai contoh, seperti saat menstruasi perempuan dianjurkan tidak banyak berkegiatan. Atau, mitos lain seolah-olah darah menstruasi adalah darah kotor sehingga apabila keluar, tubuh menjadi higienis kembali.

Mitos Menstruasi yang berkembang di masyarakat tentu tidak ada bukti ilmiah atau penelitian yang dilakukan oleh para hebat. Bunda sebagai perempuan modern, tentu ingin mengetahui mitos mana saja yang tidak perlu dipercaya dan fakta ilmiah di balik mitos-mitos tersebut. Adapun pada artikel ini Tips Kesehatan Keluarga Bunda akan menjelaskan lima mitos seputar menstruasi yang tidak perlu Bunda percaya.

Menstruasi ialah ara tubuh membersihkan dirinya sendiri, merupakan mitos yang masih banyak dipercaya masyarakat. Padahal menstruasi merupakan tanda balasan dari rutinitas bulanan Rahim, di mana lapisan jaringan rahim tumbuh sebagai persiapan akan kehadiran embrio. Apabila tidak ada embrio yang hadir, jaringan ini luruh bersama darah.

Mitos bahwa siklus menstruasi yang berat akan berlangsung sampai menopause, tidak selamanya benar. karena pada umumnya ada kurun-masa ketika periode menstruasi terasa sangat berat. Perut kram dan darah yang keluar sangat deras. Tapi, bukan berarti Bunda harus menanggung hal ini hingga menopause. Siklus menstruasi yang berat mampu menjadi tanda ada sesuatu yang serba pada tubuh Anda. Bunda sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter apabila harus mengganti sembilan kali pembalut dalam sehari dikala siklus menstruasi.

Mitos harus mengurangi porsi olahraga atau aktifitas fisik saat haid, tidak benar karena berolahraga tidak akan memengaruhi periode menstruasi, dan menstruasi tidak terlalu memengaruhi kemampuan latihan selain ketidaknyamanan, kecuali Bunda mencicipi kram. Penelitian menemukan bahwa olahraga mampu mencegah PMS (premenstrual syndrome).

Mitos tidak boleh berenang di laut saat menstruasi, karena Hiu tertarik pada darah termasuk darah menstruasi. Padahal pada kenyataannya, angka serangan hiu lebih banyak dialami pria dibanding wanita dengan rasio 9: 1. sampai ketika ini, tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa perempuan yang sedang menstruasi mengalami kejadian serangan hiu yang lebih tinggi dibanding orang lainnya.

Ringkasan:
  • Siklus Menstruasi merupakan luruhnya jaringan rahim bersama darah, yang terjadi pada rentang waktu tertentu,
  • Mitos bahwa periode menstruasi yang berat akan berlangsung sampai menopause, tidak selamanya benar,
  • Saat menstruasi, perempuan tetap disarankan untuk berolahraga semoga terhindar dari PMS.

Tampilkan Komentar