Sejarah Virus Zika dan Cara Pencegahannya

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Agustus 17, 2016
Penularan Virus Zika
Sejak ditemukan pada tahun 1940-an pertama kali di Uganda tahun, virus zika dianggap sepele oleh para hebat. Halini lantaran, dianggap hanya memicu demam ringan dan ruam di kulit. Namun saat ini dunia dibuat panik oleh virus ini, karena bisa memicu mikrosefali pada bayi gres lahir, dan selain ditularkan melalui gigitan nyamuk, virus ini juga bisa ditularkan melalui relasi s*ksual (diketahui pertama kali pada pertengahan Juli 2016 di New York).

1 Februari 2016, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan darurat zika, dan pada 13 April 2016, eksekutif sentra Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat Tom Frieden mengumumkan, virus zika merupakan mengakibatkan mikrosefali (bayi lahir dengan ukuran kepala kecil). Virus Zika tidak hanya memicu mikrosefali, namun juga menyebabkan gangguan otak, Guillain-Barré, sistem kekebalan tubuh menyerang sistem saraf yang juga mampu memicu kelumpuhan.

Memang tidak semua wanita hamil yang terinfeksi virus zika akan melahirkan bayi dengan kondisi mikrosefali. Namun, tidak ada keraguan lagi, ibu hamil terinfeksi zika lebih rentan melahirkan bayi dengan kondisi mikrosefali.

Hasil penelitian di Brasil menemukan 200 masalah mikrosefali per 100.000 kelahiran sejak ditemukan virus zika di negara tersebut. Bahkan penelitian terbaru yang dilakukan oleh Patricia Soares dan timnya dari Federal University of São Paulo yang baru dirilis di jurnal Radiology, Agustus lalu, menunjukkan gambar mengerikan bagaimana virus zika menggerogoti otak janin di dalam kandungan. Studi ini melakukan pencitraan gambar 45 janin dari ibu di Brasil yang terinfeksi virus zika.

Perlu anda ketahui bahwa Bayi yang menderita mikrosefali memiliki otak dan tengkorak absurd ukuran kecil dibandingkan usia mereka, baik itu ketika dalam rahim hingga saat lahir, dan akan mengalami kerusakan otak sebagai efeknya. Mikrosefali bisa memicu ajal dini, lantaran apabila otak bayi tidak berkembang, maka tubuhnya tidak mampu berfungsi dengan baik. Anak yang bertahan hidup dengan mikrosefali sangat berpotensi mengalami gangguan berpikir, berbicara, dan cacat fisik.

Peneliti terbaru yang dipublikasikan CDC AS menunjukkan, bahaya infeksi zika pada janin dan bayi baru lahir ialah kelainan penglihatan dan kerusakan indera pendengaran. Sedangkan bisul zika pada perempuan yang hamil tidak akan berpengaruh pada kehamilannya di kurun tiba sepanjang virus itu telah bersih dari darahnya.

Adapun tantangan pengendalian dari virus zika ialah penyakit ini hampir tidak ada tanda-tanda khas sehingga pengobatan meringankan gejala. Terutama karena virus zika mampu bertahan di tubuh selama 3 bulan. Kaprikornus, orang yang gres pulang dari tempat terserang harus menjaga diri tidak digigit nyamuk dan tidak berafiliasi s*ksual kepada suami atu istri.

Keseriusan pencegahan Virus Zika di Indonesia, ditendai dengan terbitnya edaran dari Kemenkes ke berbagai rumah sakit semoga mengirim sampel darah nyata DBD ke tubuh Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes. Sampel dicek apa positif zika. Hal ini bertujuan untuk menekan mewabahnya virus zika di Indonesia.

Ringkasan:
  • Sejarah Virus Zika ditemukan pertama kali pada tahun 1940-an dengan tanda-tanda demam ringan dan ruam di kulit,
  • Virus Zika bisa ditularkan melalui nyamuk, bahkan melalui korelasi s*ksual,
  • Virus Zika ketika ini memicu Mikrosefali pada janin sehingga mengganggu pertumbuhan terutama pertumbuhan otak,

Tampilkan Komentar