Penyebab dan Cara Mengatasi Saraf Terjepit

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Agustus 28, 2016
Saraf Terjepit digambarkan sebagai rasa tidak nyaman di kaki atau di pinggang dan cukup membingungkan karena sumber rasa sakit yang yang berpindah-pindah, serta rasa yang hilang dan muncul tidak dalaam waktu yang pasti.  Dalam dunia medis, penjepitan saraf dapat terjadi pada banyak tempat di tubuh baik itu di sekitar tulang belakang, di sekitar bahu, di pergelangan tangan, dan bahkan mampu terjadi di sela-sela otot.

HNP atau Hernia Nukleus Pulposus merupakan salah satu penyebab penjepitan saraf yang banyak ditemui. Dan bafian Pinggang merupakan anggota tubuh yang paling rawan terkena HNP. HNP di pinggang  menyebabkan nyeri lokal pada pinggang atau bahkan nyeri tersebut teridistribusi ke pantat, sepanjang kaki dan jari-jari kaki. HNP pinggang bisa digambarkan sebagai rasa kesemutan di paha, betis, sisi luar ankle.  Rasa baal atau mati rasa di ujung-ujung jari. Rasa terbakar atau panas pada pantat, paha juga pada betis. Rasa pegel dibelakang dengkul dan di ankle. Bahkan, apabila HNP pada pinggang sudah parah mampu menimbulkan penurunan kekuatan otot, sehingga tidak sanggup mengangkat jempol kaki atau berat mengangkat ankle sampai kelumpuhan.

Adapun beberapa hal yang mampu memicu terjadinya HNP yaitu sebagai berikut:

  • Mengangkat barang dengan posisi membungkuk akan meningkatkan tekanan didalam bantalan sendi pada pinggang yang meningkatkan resiko melejitnya ganjal sendi kebelakang.
  • Pemendekan otot belakang paha dan betis, Menyebabkan beban kerja pinggang menjadi lebih besar pada gerakan-gerakan membungkuk.
  • Postur tubuh flat atau melurus, pada beberapa orang akan ditemui postur pingang melurus yaitu kurva lordosis pinggang kurang. Faktor yang meningkatkan terjadinya HNP, walaupun tidak semua postur flat akan mengalami. Semua tergantung kebiasaan kerja.

Bagi anda yang dikalai ini mengalami gejala HNP, mampu melaksanakan hal-hal di bawah ini:
  • Memakai korset sehingga akan membantu kinerja pinggang dengan menjaga postur dari pinggang dan meningkatkan stabilitas pasif pinggang.
  • Mengganti alas tidur dengan alas yang lebih keras, sehingga pada waktu tidur posisi tulang belakang anda pada posisi normal.
  • Mengkonsumsi Obat nyeri, yang diresepkan oleh dokter.
  • Fisioterapi, pada grade awal HNP, fisioterapi terbukti bermanfaat mengurangi keluhan. Bekerja langsung pada aksentuasi saraf, dengan tehnik mobilisasi nucleus akan mengembalikan bentuk diskus dan melepas penjepitan saraf.
  • Konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis, pada kondisi tertentu teknik terapi dan latihan ini justru menambah berat keluhan.
  • Operasi, pada grade akhir perlu dilakukan operasi untuk membuka penjepitan saraf.
Tips Mencegah Saraf Terjepit:
  • Saat mengangkat Benda letakan sedekat mungkin dengan badan, jongkok dengan pinggang lurus, kontraksikan otot perut tanpa menahan nafas, gres diangkat.
  • Biasakan berdiri tidur dengan miring terlebih dahulu, berdiri dengan posisi lurus akan meningkatkan tekanan pada pinggang.
  • Penguluran otot paha dan betis belakang, mampu dilakukan seperti mencium lutut, lebih baik satu persatu kaki, gerakan harus halus, ulur maksimal tahan 1 menit.
  • Olah raga teratur seperti berenang, dengan olah raga stabilitas pinggang dan tubuh akan meningkat. 
Ringkasan:
  • Saraf Terjepit ditandai dengan rasa tidak nyaman di kaki atau di pinggang dengan rasa sakit yang berpindah-pindah dengan waktu yang tidak niscaya,
  • Mengangkat barang dengan posisi yang tidak tepat menjadi penyebab paling sering saraf terjepit,
  • Rasa sakit pada saraf terjepit mampu diatasi dengan memakai korset, Mengganti alas tidur, Mengkonsumsi Obat nyeri, Fisioterapi.

Tampilkan Komentar