Obat yang aman Dikonsumsi Ibu Hamil

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Agustus 26, 2016
Obat untuk Ibu Hamil
Hal yang dikhawatirkan Ibu Hamil yaitu mengalami gangguan kesehatan, dan tidak tahu apakah obat yang biasanya dikonsumsi kondusif atau tidak untuk kondisi kehamilannnya. Kondisi ini tentu sering dialami ibu hamil, dan mungkin termasuk anda, untuk itu pada kesempatan ini Tips Kesehatan Keluarga Bunda akan membahas mengenai Obat yang kondusif Dikonsumsi Ibu Hamil.

Alane Park selaku dokter dan penulis buku The Mommy Docs Ultimate Guide To Pregnancy and Birth, menyatakan kebanyakan obat cukup kondusif dikonsumsi oleh ibu hamil. Adapun rekomendasi obat-obatan yang aman dikonsumsi untuk ibu hamil, ialah sebagai berikut:

Penghilang nyeri pada Ibu Hamil, bisa memakai Obat golongan parasetamol sesuai takaran yang dianjurkan. Adapun obat pereda nyeri yang lain seakan-akan ibuprofen dan naproxen tidak disarankan karena mampu mengurangi cairan ketuban di semester balasan kehamilan. Selain itu Obat yang mengandung ibuprofen bisa membuat pembuluh darah di jantung bayi menutup sebelum waktunya.

Obat Sembelit pada Ibu Hamil, sebenarnya bisa menggunakan obat pencahar yang dijual bebas di apotek. Namun yang lebih baik yaitu dengan asupan serat dari buah-buahan dan sayuran. Ibu Hamil Sulit bab  sering terjadi lantaran meningkatnya hormon progesteron yang memperlambat sel otot sehingga gerakan usus menjadi tidak aktif.

Gangguan pencernaan dan Heartburn pada Ibu Hamil disebabkan lantaran meningkatnya hormom progesteron. Obat yang dijual bebas di apotek biasanya tidak terlalu kuat mengatasi keluhan ini, sehingga lebih baik Ibu Hamil melakukan dengan dokter. Sebagai perjuangan pencegahan, anda sebaiknya makan dalam porsi kecil namun sering, dan hindari makan makanan berat dua jam sebelum tidur.

Infeksi saat Hamil, seperti radang tenggorokan atau abses saluran kemih, biasanya diperlukan antibiotik. Obat-obatan golongan penisilin cukup aman dan tidak pernah ada laporan adanya masalah cacat lahir atau adanya gangguan kesehatan pada janin yang disebabkan lantaran penggunaan obat ini.

Keputihan pada Ibu Hamil tidak terlalu berbahaya terhadap kondisi kehamilan, namun bisa menyebabkan rasa tidak nyaman lantaran mengakibatkan rasa gatal pada organ genital perempuan. Obat pil antijamur tidak dianjurkan karena berbahaya bagi janin, sehingga untuk Pengobatan Keputihan pada Ibu Hamil mampu menggunakan obat krim dosis rendah untuk dioleskan pada organ intim.

Flu ketika Hamil tentu merupakan hal yang sangat mungkin terjadi, hal ini lantaran kekebalan badan dikala hamil tidak sekuat saat sebelum kehamilan. Untuk gangguan flu berat, obat antivirusoseltamivir (tamiflu) tergolong kondusif untuk mengurangi tanda-tanda dan durasi sakit pada Ibu Hamil.

Obat yang aman untuk penyakit kronik, seperti asma, diabetes, atau hipertensi sebaiknya harus dikonsumsi dengan proposal dokter. Hal ini tentu untuk mengurangi resiko pengaruh berbahaya untuk janin di dalam kandungan. Pada umumnya pengobatan boleh dilanjutkan, namun dalam dosis paling rendah. Tujuannya adalah membuat penyakit tetap terkontrol, karena akhirnya mampu lebih besar bagi janin.

Ringkasan:
  • Obat yang aman Dikonsumsi Ibu Hamil mampu diketahui dengan membaca indikasi pada kemasan, apabila dihentikan untuk ibu hamil maka sebaiknya tidak dikonsumsi,
  • Gangguan kesehatan yang sering dialami oleh ibu hamil seolah-olah, nyeri, Sembelit, Gangguan pencernaan, bengkak, Keputihan dan Flu,
  • Apabila ada keraguan dalam mengkonsumsi obat, sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter untuk mendapatkan obat yang benar-benar aman untuk ibu hamil.

Tampilkan Komentar