Puasa sebagai Pengendali Hasyat Biologis Menyimpang

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Juli 13, 2016
Puasa menjadi salah satu pengendali Hasyat Biologis yang ampuh, yang dimana telah dibuktikan menurut Hadizt Riwayat Bukhori. “ Wahai para perjaka, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. lantaran menikah lebih mampu menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah dia berpuasa; lantaran puasa (sebagai tameng) dapat menekan syahwatnya.” (HR.Bukhori).

Bahkan Puasa Allan Cott, M.D.; seorang andal dari  AS juga mengungkapkan bahwa puasa sebagai pengendalian nafsu, dimana esensi puasa berfungsi sebagai sarana untuk pengendalian diri terutama hasrat biologis.

Lebih lanjut Rasulullah SAW bersabda, “ Puasa itu bukanlah sekedar menahan diri dari makan dan minum, akan tetapi bahwasanya puasa itu ialah mencegah diri dari segala perbuatan yang sia-sia serta menjauhi perbuatan-perbuatan yang kotor dan keji.”( HR. Bukhori).

Ketidakmampuan mengendalikan diri atas nafsu bisa menjadi malapetaka individual sekaligus petaka sosial. alasannya yaitu, tanpa pengendalian terhadap nafsu tersebut akan memicu imbas sangat jelek bagi diri sendiri maupun bagi kehidupan sosial disekitarnya.

Demikan pula terhadap Hasyat Biologis, banyak berbagai sikap seksual menyimpang yang disebabkan karena ketidakmampuan seseorang untuk mengendalikan Hasyat Biologis. Kondisi ini tentu memicu banyaknya masalah perselingkuhan, promiskuitas, pelacuran, pelecehan seksual, pencabulan dan tindakan kriminal lainnya.

Dengan menjalankan ibadah puasa sebagai latihan pengendalian diri semoga insan mempunyai jiwa yang sehat. Selain itu juga dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT agar terhindar dari perbuatan yang sia-sia, melanggar etika moral, hukum maupun norma-norma.

Semoga Puasa Ramadhan pada tahun ini menjadi sarana yang efektif dalam pengendalian diri yang sanggup menjadi solusi atas permasalahan kasus kekerasan seksual yang sudah sangat memprihatinkan di balasan-akhir waktu ini.

Ringkasan:
  • Puasa berfungsi sebagai sarana untuk pengendalian hasrat biologis,
  • Ketidakmampuan seseorang untuk mengendalikan hasyat biologis akan merugikan diri sendiri dan orang lain,

Tampilkan Komentar