Masalah Umum ketika Operasi Caesar

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Juli 09, 2016
Operasi Caesar sering manjadi pilihan metode persalinan baik itu dikarenakan hal yang tidak direncanakan maupun memang sudah direncanakan. Beberapa kasus gangguan kehamilan memaksa seorang ibu untuk memilih untuk melahirkan bayi dengan operasi Caesar, namun tidak sedikit juga Ibu yang menentukan untuk melaksanakan operasi Caesar, meski sangat mungkin untuk persalinan Normal.

Untuk kehamilan yang berisiko, Operasi Caesar memang diperlukan untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi. Yang perlu anda ketahui adalah Operasi Caesar bukan merupakan mekanisme biasa, sehingga sangat mungkin terjadi pengaruh samping yang harus ditanggung pada Ibu dan Bayi yang dilahirkan. Adapun beberapa perkara Umum dikala Operasi Caesar, adalah sebagai berikut:

  • Operasi Caesar memiliki besar seperti bisul, fungsi usus berkurangan, risiko hysterektomi naik, atau Ibu mengalami kerusakan kandung kemih.
  • Luka dan rahim sesudah Operasi Caesar membutuhkan Waktu lebih lama untuk pulih, bahkan dokter akan menyarankan sampai minimal 2 Tahun untuk boleh hamil kembali. Berbeda dengan persalinan normal yang akan pulih dalam waktu 6 ahad. Sedangkan wanita yang melaksanakan operasi Caesar, dalam waktu beberapa bulan setelah Operasi Caesar masih sering merasakan nyeri, bahkan harus terus mengonsumsi obat-obatan pengurang rasa sakit.
  • Adanya kemungkinan melahirka bayi prematur, karena ketidakakuratan dalam memprediksi tanggal kelahiran. Dan perlu anda ketahui, Bayi yang dilahirkan pada usia kehamilan 37 ahad akan mempunyai resiko komplikasi sampai dua kali lipat, apabila dibandingkan dengan bayi yang lahir setelah usia kehamilan 39 ahad.
  • Operasi Caesar bisa memicu Bayi mengalami kesulitan bernafas, sehingga bayi membutuhkan waktu perawatan di rumah sakit lebih lama. Kondisi ini disebabkan lantaran bahwasanya bayi belum siap untuk dilahirkan.
  • Gangguaan Plasenta pada perempuan yang melaksanakan Operasi Caesar Meningkat pada kehamilan selanjutnya. Adapun perkara plasenta yang paling ditakuti ialah Placenta Acretta. Hal ini terjadi karena plasenta tumbuh ke dalam dinding rahim sehingga sering membutuhkan operasi histerektomi.
  • Bayi dilahirkan secara Caesar tidak akan terpapar kuman baik yang hidup di dalam v*g*na Ibu. Yang dimana bakteri baik ini bias  membantu sistem kekebalan badan bayi lebih baik.

Ringkasan:
  • Operasi Caesar meski dilakukan dengan Cara terbaru tetap akan menyebabkan beberapa dampak samping dibandingkan persalinan normal.
  • Luka pada operasi Caesar bias pulih dalam waktu berbulan-bulan, sehingga disarankan minimal 2 tahun untuk hamil lagi.
  • Persalinan Normal, akan menciptakan ibu lebih cepat pulih dan kondisi kesehatan bayi lebih baik.

Tampilkan Komentar