Tips Mengajarkan Anak Jajan yang Benar

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Juni 11, 2016
Jajanan Sehat
Mengajarkan Anak Jajan yang Benar perlu anda perhatikan, karena belum usang ini ditemukan jajanan anak yang sangat tidak layak untuk anak-anak, dimana berbentuk "Kotak Kado" berisi susu yang dimasukkan ke dalam wadah yang mirip dengan sebuah kondom. Jajanan ini ramai dibicarakan dan diketahui tidak terdaftar di badan Pengawasan Obat dan kuliner (BPOM).

Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan, sehingga orang renta menjadi was-was untuk memperbolehkan andak untuk jajan ataukah tidak. menurut Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MSc. MS.  Sp.GK selaku dokter spesialis gizi klinik FKUI, jajanan anak memang belahan dari kebutuhan makan untuk memenuhi kebutuhan kalori. karena tentu Kebutuhan kalori tubuh anak bisa dipenuhi dari kuliner utama dan dari snack atau jajanan.

Tidak sedikit orang renta yang memang membawakan bekal untuk makan siang, namun tidak untuk snacknya. Hal ini menjadi pemicu anak akan membeli kudapan untuk mungkin sekedar ikut-ikut sahabat-teman yang lain atau memang merasa lapar lantaran belum jam waktu makan siang atau bahkan sudah lewat jam makan siang. Hal ini terutama bagi anak yang mempunyai jam sekolah dari pagi sampai sore.

Anda sebagai Orangtua harus mengetahui makanan apa saja yang dijual, baik di dalam kantin sekolah maupun di sekitar lingkungan sekolah, dengan Cara melaksanakan komunikasi, atau bahkan anda sesekali bisa meminta anak untuk membawa pulang jajanan kesukaannya disekolah. Hal ini bertujuan agar anda lebih simpel memantau dan mengarahkan anak, untuk memilih makanan apa saja yang sehat dikonsumsi dan yang jajanan tidak sehat.

Untuk buah hari yang sudah cukup besar, anda juga bisa membantunya memilih jajanan ketika di sekolah agar sesuai dengan kebutuhan kalorinya. Sebagai pola, untuk anak kurus atau normal mampu memilih kuliner padat kalori, seperti lontong isi atau makaroni schootel. Untuk anak sudah cukup besar, mampu anda ajarkan untuk membaca bahan kuliner yang tercantum di kemasan, sehingga bebas dari zat berbahaya seolah-olah pewarna dan pengawet yang digunakan

Buah hati yang sudah dibiasakan mengonsumsi makanan sehat di rumah, tentu tidak akan praktis termakan untuk membeli jajanan yang tidak sehat. Sebagai contoh, apabila anak selalu dibiasakan untuk minum air putih atau jus buah di rumah, maka di sekolah mereka akan memilih minum air putih dibandingkan minum sirup berwarna mencolok

Sebagai langkah jitu Mengajarkan Anak Jajan yang Benar Bunda harus menjadikan waktu makan anak di rumah sebagai waktu pengetahun, dengan selalu menyajikan makanan bergizi sesuai kebutuhan kalori setiap anggota keluarga, mulai dari sayur-sayuran, protein, dan buah. Dan apabila perlu anda mampu membawakan bekal makanan tidak hanya untuk makan siang, namun juga snack dan makanan yang sehat untuk buah hati anda.

Ringkasan:
  • Jajanan "Kotak Kado" berisi susu yang dimasukkan ke dalam wadah yang menyerupai kondom menyampaikan efek negatif untuk anak,
  • Mengajarkan Anak Jajan yang Benar bisa dilakukan dengan membiasakan untuk memberikan kuliner sehat saat di rumah dan sekaligus memberikan edukasi,
  • Agar anak tidak jajan dikala disekolah Bunda juga bisa membekali anak snack ketika sekolah.

Tampilkan Komentar