Penyakit Skizofrenia pada Brigadir Petrus Bakus

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Juni 18, 2016
Penyakit Skizofrenia sering digambarkan sebagai penyakit gila, lantaran pasien sering mengalami halusinasi, delusi, pikiran kacau, dan perubahan perilaku yang mendadak. Kondisi tersebut menyebabkan pasien skizofrenia sulit untuk berinteraksi secara sosial dan beraktivitas sehari-hari, bahkan mampu melaksanakan perbuatan yang mengerikan, seperti kriminal.

Hal ini seperti yang dialami oleh Brigadir Petrus Bakus yang tega membunuh dan memutilasi kedua anak kandung yang masih berumur 5 dan 3 tahun beberapa hari yang kemudian. menurut istri, Brigadir Petrus Bakus sering mendapat bisikan makhluk halus dan seminggu sebelum peristiwa sering marah-marah.

Para jago mengira Penyebab skizofrenia ialah lantaran faktor lingkungan dan genetika. Dugaan lain mengenai penyebab skizofrenia yaitu lantaran pengaruh pada zat-zat kimia otak, seakan-akan asam glutamat dan dopamin. Penyebab lain adalah Stres atau syok atau bisa juga disebabkan karena Narkoba.

Gejala skizofrenia pada tahap awal dibagi dalam dua kategori, yaitu gejala negatif dan positif. tanda-tanda Negatif biasanya berkembang secara perlahan-lahan, sampai balasannya menjadi semakin memburuk. Adapun tanda-tanda awal penyakit ini seperti:
  • Rasa enggan untuk bersosialisasi dan tidak nyaman berada dekat dengan orang lain sehingga lebih memilih untuk berdiam di rumah.
  • Kehilangan konsentrasi.
  • Pola tidur yang berubah.
  • Kehilangan minat dan motivasi baik dalam menjalin relasi dengan orang lain maupun dalam hidup secara keseluruhan.
  • Ketika penderita sedang mengalami tanda-tanda negatif, beliau akan terlihat apatis dan datar secara emosi. karena tidak sadar atau tidak tahu mengenai gejala negatif skizofrenia ini, kadang-kadang orang lain bisa menyalahartikan itu sebagai sikap malas atau tidak sopan. Mereka juga menjadi tidak peduli terhadap penampilan dan kebersihan diri mereka serta semakin menarik diri dari sosial. lantaran itu gejala negatif skizofrenia mampu menjadi pemicu rusaknya korelasi penderita dengan keluarganya atau pun dengan teman-temannya.
Untuk tanda-tanda positif penderita skizofrenia akan mengalami halusinasi yang terasa sangat positif, ilusi (kepercayaan berpengaruh yang tidak didasari nalar atau kenyataan yang sebetulnya), Pikiran kacau dan perubahan perilaku yang cenderung ke dampak negatif.

Pengobatan skizofrenia bisa dilakukan dengan obat-obatan antipsikotik dan terapi sebagai bentuk pengobatan psikologis. Penanganan skizofrenia juga harus ditunjang dengan derma dan perhatian dari orang-orang terdekat si penderita. Adapun yang termasuk penanganan tepat penyekit skizofrenia yaitu dengan mengenali tanda-tanda episode akut, pemberian obat sesuai resep, dan sikap terbuka pada orang lain tentang kondisi ini. dibutuhkan dengan mengombinasikan banyak sekali metode penanganan, penyakit skizofrenia mampu pulih secara perlahan-lahan, hidup dengan normal, dan mencegah kambuhnya penyakit ini.

Agar bencana Mengerikan seolah-olah masalah Brigadir Petrus Bakus tidak terjadi, tentu kita harus peka terhadap lingkungan terutama lingkungan keluarga. Mendekatkan diri kepada tuhan, tentu akan menciptakan anda terhindar dari tekanan dan tentu terhindar dari stress, depresi yang diketahui sebagai pemicu Penyakit Skizofrenia dan penyebab kekambuhannya.

Ringkasan:
  • Penyakit Skizofrenia disebabkan lantaran factor gen, lingkungan, stress, trauma dan konsumsi narkoba,
  • Pasien Skizofrenia biasanya memiliki tanda-tanda seperti orang gila karena mengalami halunisasi yang sangat besar lengan berkuasa.

Tampilkan Komentar