Pekerjaan Rumah Tangga Yang Berisiko untuk Ibu Hamil

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Juni 27, 2016
Kesehatan Ibu Hamil
Agar kehamilan tetap sehat dan janin dalam kandungan terjaga dengan baik, ibu hamil harus menghindari beberapa kegiatan yang berisiko bagi kehamilan. dikala hamil, ada baiknya ibu hamil mulai melakukan pembagian tugas rumah tangga dengan orang rumah. Pekerjaan rumah tangga yang terlalu berat dan melelahkan bisa berdampak jelek pada ibu dan bayi baik itu yang sifatnya langsung maupun tidak langsung.

Beberapa peran rumah tangga mampu berbahaya untuk ibu hamil dan janin yang sedang berkembang, seperti :

Mengangkat beban berat,seperti bejana berisi air, merupakan salah satu pekerjaan rumah tangga harus dihindari ketika hamil. Terlebih lagi, mengangkat beban berat harus benar-benar dihindari oleh ibu hamil yang mempunyai kondisi medis seakan-akan plasenta previa.

Berurusan dengan sampah, lantaran menjadi  sarang kuman dan kuman. Terlalu sering berada di akrab tempat sampah atau menggantinya sendiri membuat ibu hamil pada berisiko tinggi terkena nanah, salah satunya toksoplasmosis, yang bisa membahayakan kesehatan ibu dan janin.

Terpapar materi kimia keras, seolah-olah pada cairan pembersih lantai atau kamar mandi, lantaran dikaitkan dengan gangguan perkembangan janin. Ibu Hamil juga harus menghindari Cat, segala jenis penolak serangga atau pestisida. Untuk alternatif pembersih, Anda mampu memakai cuka atau baking soda untuk membersihkan apa saja termasuk dapur dan kamar mandi.

Aktivitas “memanjat”, seperti membersihkan kipas yang digantung langit-langit atau menggantung tirai. acara ini menciptakan ibu hamil berisiko jatuh. Pergeseran titik berat tubuh mengakibatkan ibu hamil sering kehilangan keseimbangan tubuhnya, sehingga menjadi praktis jatuh.

Ibu Hamil juga harus menghindari aktivitas yang mengharuskan bangkit lama, karena akan menyampaikan tekanan ekstra pada kaki, sehingga memicu pembengkakan.

Melakukan pekerjaan rumah tangga bukan larangan mutlak bagi ibu hamil. Namun sebaiknya, pilih pekerjaan ringan yang tidak berisiko bahaya bagi janin. karena memang ibu hamil sendiri harus tetap aktif. Dalam kondisi medis tertentu seakan-akan tanda-tanda persalinan prematur atau plasenta previa, ibu hamil harus lebih berhati-hati ketika mencoba untuk melaksanakan pekerjaan rumah tangga yang sulit. Menjaga keamanan kehamilan dengan menghindari kegiatan berisiko adalah hal terbaik yang mampu dilakukan supaya pertumbuhan dan perkembangan janin tetap terjaga dengan baik.

Ringkasan:
  • Ibu Hamil sebaiknya mengurangi pekerjaan rumah tangga yang berisiko berbahaya untuk kondisi kehamilan,
  • Pekerjaan Rumah Tangga Yang Berisiko untuk Ibu Hamil seolah-olah, mengangkat beban berat, mengurus sampah, memandat dan aktibitas bangun usang,
  • Berhati-hati dalam beraktifitas ditujukan untuk menjaga kehamilan sehingga pertumbuhan janin mampu maksimal.

Tampilkan Komentar