Cara Mencegah janjkematian Pasien Demam Berdarah

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Januari 27, 2016
Mengatasi Demam Berdarah
Kematian Pasien Demam Berdarah akhir-akhir ini semakin banyak terjadi, dan sampai hari ini pun insiden ini terus bertambah. Ya, seiring dengan perubahan ekspresi dominan, seperti biasanya nyamuk Aides aegepty kembali menjadi bahaya terhadap kesehatan masyarakan. Banyak Rumah Sakit yang balasannya tidak lagi mampu menampung pasien DBD, karena memang wabah ini semakin menggila.

Gejala Demam Berdarah yang tidak jauh berbeda dengan demam biasa, menjadi aspek yang kadang kurang diperhatikan oleh masyarakat. Padahal apabila telat ditangani kematian Pasien Demam Berdarah tidak dapat dihindari. Kunci utama diagnosa awal Demam Berdarah adalah terjadi demam yang di ibaratkan seakan-akan menaiki pelana kuda, naik turun.

Dan supaya lebih praktis memahami mengenai tanda-tanda kenaikan suhu tubuh pasien Demam Berdarah dibagi menjadi 4 tingkatan:

Derajat I, terjadi Demam 2–7 hari yang mempunyai tanda-tanda umum tidak khas, uji tourniquet hasilnya nyata.

Derajat II, masih sama ama dengan derajat I di tambah dengan tanda-tanda–gejala pendarahan spontan seperti munculnya bintik-bintik merah pada kulit), mimisan tanpa alasannya yaitu, muntah darah, bab berwarna hitam encer, dan terjadi perdarahan gusi pendengaran..

Derajat III, Pasien Demam Berdarah mengalami shock ditandai dengan tanda-tanda kegagalan peredaran darah seperti nadi lemah dan cepat (>120/menit) tekanan nadi sempit.

Derajat IV, Nadi tidak teraba, tekanan darah tidak terukur dengan denyut jantung >-140 mmHg, apabila diraba anggota gerak terasa acuh taacuh, berkeringat dan kulit tampak membiru. Dan pada tingkatan ini Pasien DBD harus segera dirawat ke ruang perawatan intensif (ICU) dan di rawat secara intensif sehingga nyawanya mampu terselamatkan.

Untuk Mencegah ajal Pasien Demam Berdarah perawatan harus dilakukan sedini mungkin, dengan Cara paling ampuh adalah memberikan Pasiean DBD cukup cairan. karena Secara keseluruhan hingga saat ini DBD tidak ada obatnya. Sehingga Pasien hanya akan diobati persimpton atau bergejala yang dialami.

Sebagai acuan apabila pasien mengalami demam maka akan diberi obat demam. Apabila Pasien DBD mengalami mual diberi obat mual. Termasuk apabila pasien mengalami pendarahan jago, pasien DBD akan mendapat transfusi trombosit. Adapun syarat transfusi trombosit sama seakan-akan transfusi darah umumnya, yaitu harus dari golongan darah yang sama dengan pasien.

Pasien DBD juga disarankan untuk minum jus jambu dan sari kurma, dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah trombosit pasien DBD, menghindari memakan kuliner yang keras untuk menghindari terjadinya pendarahan di perut.

Ringkasan:
  • Kematian akibat penyakit Demam Berdarah terus bertambah dan bahkan terjadi disetiap wilayah di Indonesia,
  • Penanganan Pasien Demam Berdarah harus intensif dimulai saat adanya tanda-tanda Demam yang naik turun,
  • Gejala naik turun suhu badan pasien Demam Berdarah dibagi menjadi 4 tingkatan, dengan perlakuan berbeda di masing-masing tingkatan.

Tampilkan Komentar