Berhubungan yang aman dikala Istri Hamil

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Januari 15, 2016
Hubungan Suami Istri saat Hamil
Keinginan untuk berhubungan suami istri selama hamil merupakan hal yang wajar, dan kehamilan bukan merupakan halangan, selama Ibu Hamil tidak dinyatakan sebagai kehamilan yang berisiko. Hal ini dikarenakan bekerjasama ketika hamil mampu memisu kontraksi, terutama pada usia kehamilan trimester ketiga, dan hal ini yaitu normal. Apabila hal ini mengakibatkan rasa tidak nyaman, cobalah untuk relaksasi atau hanya berbaring hingga kontraksi yang Bunda rasakan menghilang.

Berhubungan suami istri ketika hamil mempunyai manfaat psikologis dan fisik yang banyak. Memang aktifitas ini bisa mengakibatkan kontraksi rahim yang bersifat sementara, namun tidak berbahaya. Aktifitas ini juga tidak akan menimbulkan keguguran. Selain itu janin juga tidak akan terluka ketika seorang perempuan hamil berafiliasi dengan suaminya. Hal ini dikarenakan Cairan ketuban dan otot-otot yang kuat dalam rahim melindungi janin di dalam kandungan.

Alasan wanita Hamil Menghindari korelasi Suami Istri


Beberapa perempuan tidak ingin melaksanakan Hubungan Suami Istri, dan memang sebaiknya Suami tidak memaksa. Perubahan dikala hamil mampu menimbulkan perasaan tidak nyaman pada saat atau setelah hubungan Suami Istri. Peningkatan fatwa darah ke kawasan panggul selama hamil bisa mengakibatkan alat kelamin membesar, sehingga beberapa wanita merasa tidak nyaman setelah berhubungan Suami Istri.

Waktu melakukan relasi Suami Istri ketika Hamil

Berhubungan Suami Istri ketika Hamil mampu dilakukan kapan saja asalkan tidak sampai menyakiti dan mengakibatkan Ibu Hamil merasa tidak nyaman. Namun, memang terlalu sering berafiliasi Suami Istri saat hamil juga tidak baik. Hal ini karena bisa  memicu abses saluran kencing (ISK) yang apabila tidak diobati bisa menimbulkan kasus dalam kehamilan. supaya terhindar dari bisul bunda harus mencuci alat kelamin sebelum dan sesudah bekerjasama Suami Istri. Bunda sebaiknya juda mengosongkan kandung kemih (kencing) sesudah bekerjasama Suami Istri.

Larangan berhubungan Suami Istri ketika Hamil

Berhubungan Suami Istri saat Hamil sebaiknya tidak dilakukan apabila Ibu hamil mengalami perdarahan, nyeri perut atau kram, cairan ketuban rusak atau pecah, mempnyai herpes genital, riwayat kelemahan serviks, plasenta letak rendah (plasenta previa), memiliki riwayat persalinan prematur, dan hamil kembar atau lebih.

Jika Anda pernah mengalami perdarahan berat dalam kehamilan, Berhubungan Suami Istri dapat meningkatkan risiko perdarahan lebih lanjut. Meskipun tidak ada bukti besar lengan berkuasa bahwa berhubungan Suami Istri akan membuat kondisi tersebut lebih buruk, namun banyak dokter akan menyarankan untuk menghindari seks sebagai tindakan pencegahan.

Posisi berhubungan dikala Hamil

Rasa nyaman yang dirasakan ibu hamil merupakan patoka utama apakah Posisi berhubungan Suami Istri sudah benar apa belum. Rasa nyaman ini mungkin akan berubah-ubah sesuai dengen usia kehamilan. Untuk ibu Bunda harus berkomunikasi dengan suami untuk aktifitas ini.

Ringkasan:
  • Berhubungan suami istri dikala hamil boleh dilakukan, selama Ibu Hamil tidak dinyatakan sebagai kehamilan yang berisiko,
  • Berhubungan yang aman ketika Istri Hamil dilakukan dengan beberapa batasan yang disesuaikan dengan usia kehamilan,
  • Posisi berafiliasi saat hamil yang terpenting ialah rasa nyaman yang dirasakan oleh istri.

Tampilkan Komentar