Bahaya Vaksin Palsu dan Cara Menghindarinya

Oleh:   Serhamo Serhamo   |   Januari 19, 2016
Vaksin Imunisasi Palsu
Vaksin Palsu yang menjadi perkara baru dan telah diungkap oleh kepolisian tentu menciptakan khawatir banyak orangtua dan mungkin termasuk anda. Namun Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tetap meminta masyarakat tidak takut dengan keamanan vaksin. lantaran sampai ketika ini ini pemerintah sedang melakukan pendataan fasilitas kesehatan mana saja yang menggunakan vaksin palsu dan berapa anak yang sudah mendapatkannya.

Berdasarkan penyelidikan polisi, ternyata beredarnya Vaksin Palsu ini telah terjadi belasan tahun. Awal mula pengungkapan perkara ini ialah, dikala adanya bayi meninggal sehabis melaksanakan imunisasi. Dan sampai ketika ini telah ada 10 tersangka yang ditangkap. Adapun himbauan dari kementrian kesehatan mengenai Vaksin Palsu ini, ialah sebagai berikut:

Pastikan buah hati anda menerima imunisasi di Posyandu, Puskesmas, dan Rumah Sakit Pemerintah, lantaran di tempat pelayanan kesehatan ini menggunakan vaksin yang disediakan oleh pemerintah dan didapatkan pribadi dari produsen dan biro resmi, sehingga keaslian dari vaksin lebih terjamin, termasuk manfaat dan keamanannya.

Pengadaan vaksin imunisasi dasar lengkap Hepatitis B, DPT, Polio, Campak, BCG, dilakukan oleh pemerintah didistribusikan ke Dinas Kesehatan sehingga dijamin asli dan kondusif. Hal in juga terjadi pada penerima JKN, karena pengadaan vaksin didasarkan pada Formas dan e-catalog dari produsen dan agen resmi.

Peredaran vaksin imunisasi palsu diduga tidak lebih dari 1% di wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Yang tentu relatif kecil dibandingkan jumlah vaksin yang beredar dan wilayah tersebut. Adapun komposisi Vaksin palsu diperkirakan yaitu campuran antara cairan infus dan gentacimin (obat antibiotik) dan setiap imunisasi dosisnya sekitar 0,5 cc. Dari isi dan jumlah takarannya, vaksin palsu ini tidak memberikan dampak berbahaya untuk bayi.

Vaksin palsu dibentuk dengan Cara yang tidak baik, sehingga mampu mengakibatkan abses. gejala bisul ini biasanya akan muncul segera sesudah imunisasi. Sehingga apabila sudah sekian usang tidak mengalami tanda-tanda infeksi  maka dipastikan buah hari anda kondusif.

Ringkasan:
  • Polisi mengungkap produksi, peredaran dan pemakai vaksin imunisasi palsu di daerah jakarta dan sebagian kecil jawa barat,
  • Bahan pembuatan Vaksin Palsu ialah cairan infus dan obat antibiotik dengan santunan dosis sekita 0,5 cc,
  • Efek samping pemakaian vaksin palsu ialah munculnya tanda-tanda nanah segera setelah melakukan imunisasi.

Tampilkan Komentar